MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM– Suasana pendaftaran Siswa Baru Jalur Domisili di SMP Negeri 8 Kota Makassar yang berlokasi di Jalan Batua Raya berjalan tertib dan lancar. Dari pantauan awak media, terlihat pendaftar tidak ses ramai suasana di Kantor Dinas Pendidikan yang dipadati ratusan orangtua siswa dari pagi hingga jelang maghrib pada Senin sore (22/6/2026) kemarin.
Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Mariamin Ibrahim, S.Pd, M.Pd, informasi yang diterima menyebutkan bahwa sekolah tersebut akan membuka sekitar 11 Rombongan Belajar (Rombel) dari total 352 kursi yang bakal diterima.
Antusias dan semangat sejumlah calon peserta didik dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 menunjukkan harapan orangtua untuk mendapatkan sekolah terbaik bagi anak-anak mereka.
Pak Putra yang bertugas sebagai Humas SMPN 8 Makassar menjelaskan bahwa proses pendaftaran hari ini berjalan lancar tanpa kendala. “Sebelumnya, Jalur Non Domisili telah berjalan dengan total keseluruhan sebanyak 193 siswa,” kata Putra.
Dari total 193 siswa jalur Non Domisili, terbagi ke dalam 4 jalur yaitu: Jalur Afirmasi sebanyak 70 siswa yang lolos, Jalur Mutasi 18 siswa, Jalur Akademik 70 siswa, dan Jalur Non Akademik sebanyak 35 siswa yang mendaftar. Sehingga dengan penambahan kuota calon peserta didik Jalur Domisili sebanyak 144 siswa, total keseluruhan menjadi 337 siswa.
“Adapun 15 kursi yang tersisa disiapkan untuk siswa yang tinggal kelas sebanyak 18 orang,” sambung Putra.
Ketika disinggung mengenai data atau kuota yang tersisa, Putra menjelaskan bahwa sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun 2026 ini diatur melalui aplikasi yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Di tempat terpisah, Kepala UPT SPF SMPN 8 Kota Makassar ketika dikonfirmasi menyatakan bahwa jumlah siswa yang bakal diterima sudah benar, namun mengenai jumlah siswa yang tinggal kelas belum diketahui dengan pasti.
“Ya, soal siswa tinggal kelas sewaktu rapat belum kita ketahui ya. Nanti saya cek lagi berapa total siswanya ke Putra,” singkat ibu Kepsek kepada awak media.
Hingga berita ini diterbitkan, publik masih bertanya-tanya apakah semua sekolah SMP se-Kota Makassar memiliki siswa yang tinggal kelas ataukah angka tersebut hanya berlaku untuk sekolah tertentu. (**)








