MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM – PT PLN (Persero) UID Sulselrabar memberlakukan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan mulai Senin, 31 Agustus hingga Kamis, 3 September 2026.
Dampak berlanjutnya pemadaman yang akan berlangsung selama 4 hari kedepan langsung dirasakan warga: harga lilin putih per batang di Kota Makassar naik dua kali lipat (100%), seiring berkurangnya pasokan di tingkat distributor.
Berdasarkan pantauan di Makassar pada Selasa (1/9/2026), lilin putih ukuran sekitar 10 cm yang sebelumnya dijual eceran Rp2.000 per batang, kini melonjak menjadi Rp4.000 hingga Rp5.000 per batang. Kenaikan harga terjadi merata di berbagai wilayah, termasuk Kecamatan Rappocini.
Mawar, salah satu penjual lilin di Kecamatan Rappocini, menjelaskan kenaikan harga tidak semata karena permintaan tinggi, melainkan stok dari distributor mulai langka.
“Lilin di tingkat distributor mulai langka, sehingga stok yang diberikan kepada para pedagang pengecer hanya sedikit,” ujar Mawar. selasa 1/9/2026
Keterbatasan pasokan di tingkat grosir membuat pedagang eceran menaikkan harga untuk menutup biaya perolehan yang lebih tinggi sekaligus mengatur stok agar tetap tersedia bagi warga yang membutuhkan.
Pemadaman bergilir yang sudah berlangsung sekitar satu bulan terakhir kini diperpanjang hingga Kamis, 3 September 2026. Warga dapat mengecek wilayah dan jadwal pemadaman melalui tautan resmi PLN: 🔗 https://linktr.ee/plnsulselrabar
Kondisi ini mendorong warga mencari alternatif penerangan, dan lilin menjadi pilihan yang paling mudah diakses meskipun harganya terus naik. Warga berharap pasokan listrik segera stabil dan harga lilin kembali normal.
Kenaikan harga ini menjadi salah satu indikator dampak ekonomi langsung yang dirasakan masyarakat akibat gangguan pasokan listrik yang berkepanjangan.(**)








