MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMP Negeri 22 Makassar berjalan dengan dinamika tersendiri. Meskipun sekolah merencanakan penerimaan 10 rombongan belajar (rombel), jumlah total kuota atau daya tampung yang tersedia di sekolah ini adalah 320 kursi.
Berikut adalah rincian kuota dan hasil penerimaan di setiap jalur:
– Jalur Afirmasi: Kuota 54 siswa, terisi penuh dengan 54 siswa diterima dari 123 pendaftar.
– Jalur Mutasi: Kuota 14 siswa, tetapi hanya 2 siswa yang mendaftar lengkap.
– Jalur Prestasi: Kuota 54 siswa untuk jalur akademik dan 29 siswa untuk non-akademik.
– Jalur Domisili: Mengisi sisa kuota dengan 129 siswa yang telah terdaftar. Kuota ini kemudian menampung seluruh siswa yang tersisa.
Kepala SMPN 22 Makassar, Hartono, S.Pd, menyatakan bahwa seluruh kuota yang ada saat ini sudah penuh dan diisi melalui jalur Domisili.
Menanggapi hal tersebut, seorang awak media mempertanyakan mekanisme pengisian kuota yang kosong di jalur lain, seraya mengonfirmasi bahwa semua kekosongan dialihkan ke jalur domisili. Selain itu, muncul pertanyaan krusial mengenai siapa yang akan mengisi kuota yang tidak terpakai dan bagaimana nasib siswa yang tinggal kelas.
Isu ini semakin menarik perhatian ketika salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya menyatakan, “SMPN 22 Makassar itu adami yang sudah dia terima guru-guru nya, masa kita tidak adapi pak”. Pernyataan ini mengindikasikan adanya kekhawatiran akan praktik penerimaan siswa di luar mekanisme resmi, yang sebelumnya juga disoroti oleh Kepala Sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Makassar belum memberikan keterangan resmi terkait mekanisme pengisian kuota kosong dan penanganan siswa yang tidak tertampung.(**)







