• Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
    • Home – Layout 6
  • Nasional
  • Pemprov Sulsel
  • Balai Kota Makassar
  • Dinas Pu Makassar
  • PDAM Makassar
  • Kabupaten
    • Gowa
    • Takalar
    • Jeneponto
    • Bantaeng
    • Bulukumba
    • Parepare
    • Luwu Timur
    • Palopo
    • Luwu
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Dinkes Kota Makassar
  • Ragam
  • News
  • DPRD Kota Makassar
  • Berita Kecamatan
    • Tallo
    • Manggala
    • Ujung Tanah
    • Ujung Pandang
    • Bontoala
    • Rappocini
    • Sangkarrang
    • Tamalate
Link Satu Sulsel
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
    • Home – Layout 6
  • Nasional
  • Pemprov Sulsel
  • Balai Kota Makassar
  • Dinas Pu Makassar
  • PDAM Makassar
  • Kabupaten
    • Gowa
    • Takalar
    • Jeneponto
    • Bantaeng
    • Bulukumba
    • Parepare
    • Luwu Timur
    • Palopo
    • Luwu
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Dinkes Kota Makassar
  • Ragam
  • News
  • DPRD Kota Makassar
  • Berita Kecamatan
    • Tallo
    • Manggala
    • Ujung Tanah
    • Ujung Pandang
    • Bontoala
    • Rappocini
    • Sangkarrang
    • Tamalate
No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
    • Home – Layout 6
  • Nasional
  • Pemprov Sulsel
  • Balai Kota Makassar
  • Dinas Pu Makassar
  • PDAM Makassar
  • Kabupaten
    • Gowa
    • Takalar
    • Jeneponto
    • Bantaeng
    • Bulukumba
    • Parepare
    • Luwu Timur
    • Palopo
    • Luwu
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Dinkes Kota Makassar
  • Ragam
  • News
  • DPRD Kota Makassar
  • Berita Kecamatan
    • Tallo
    • Manggala
    • Ujung Tanah
    • Ujung Pandang
    • Bontoala
    • Rappocini
    • Sangkarrang
    • Tamalate
No Result
View All Result
Link Satu Sulsel
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Pemprov Sulsel
  • Balai Kota Makassar
  • Dinas Pu Makassar
  • PDAM Makassar
  • Kabupaten
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Dinkes Kota Makassar
  • Ragam
  • News
  • DPRD Kota Makassar
  • Berita Kecamatan
Home News

Mashud Azikin: Pelajaran Penting dari Perubahan Cara Pandang Sampah

in News, Ragam
Mashud Azikin: Pelajaran Penting dari Perubahan Cara Pandang Sampah
100
SHARES
100
VIEWS
WhatsappShare on Facebook

MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM–Barangkali, masa depan sebuah peradaban tidak lagi ditentukan oleh seberapa tinggi gedung yang dibangun atau seberapa panjang jalan yang dihamparkan. Masa depan itu justru akan ditentukan oleh bagaimana manusia memperlakukan apa yang tersisa setelah pesta kehidupan usai.

Di Badung, Bali, pertanyaan itu hadir dalam bentuk yang sangat sederhana: ke mana perginya sisa makanan?

BeritaLainya:

ISKI Sulsel Siapkan Program Kerja, Perkuat Peran Sarjana Komunikasi di Berbagai Sektor

ISKI Sulsel Siapkan Program Kerja, Perkuat Peran Sarjana Komunikasi di Berbagai Sektor

5 jam ago
Viral Kabar BPJS Kesehatan Mau Dihapus, Pihak Resmi: Itu Tidak Benar !

Viral Kabar BPJS Kesehatan Mau Dihapus, Pihak Resmi: Itu Tidak Benar !

5 hari ago
Pelatihan Remaja Cinta Damai Digelar SPN Batua Polda Sulsel

Pelatihan Remaja Cinta Damai Digelar SPN Batua Polda Sulsel

1 minggu ago
Kopi Jagat dan Ex Chussy di Bonto Biraeng Dipertanyakan, Camat: Belum Kantongi PBG

Kopi Jagat dan Ex Chussy di Bonto Biraeng Dipertanyakan, Camat: Belum Kantongi PBG

1 minggu ago

Di balik denyut industri pariwisata yang tak pernah benar-benar tidur, ribuan kilogram sampah organik lahir setiap hari dari rumah tangga, hotel, restoran, kafe, dan pasar. Selama bertahun-tahun, sebagian besar limbah itu mengalir menuju tempat pembuangan akhir, seolah-olah persoalan selesai ketika sampah telah keluar dari halaman rumah.

Padahal, bumi tidak pernah mengenal istilah “membuang”. Yang ada hanyalah memindahkan.

Setiap kulit buah yang dibuang, setiap nasi yang tersisa, dan setiap sayuran yang membusuk tetap menjadi bagian dari bumi yang sama. Ketika semuanya ditumpuk tanpa pengelolaan, alam membalasnya dengan gas metana, pencemaran air lindi, bau menyengat, serta hilangnya kesuburan tanah. Krisis sampah sesungguhnya adalah krisis cara pandang manusia terhadap alam.

Karena itu, kebijakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) di Bali layak dipahami sebagai perubahan paradigma. Sampah tidak lagi dipandang sebagai urusan pemerintah semata, melainkan sebagai tanggung jawab bersama yang harus diselesaikan sedekat mungkin dari tempat ia dilahirkan.

Di tengah perubahan cara berpikir itu, Urban Compost hadir membawa pelajaran penting. Mereka tidak menawarkan keajaiban teknologi. Mereka menawarkan sesuatu yang lebih mendasar: mengembalikan siklus kehidupan.

Melalui sistem berlangganan, masyarakat dan pelaku usaha cukup mengumpulkan sisa makanan dalam wadah khusus. Sampah dijemput secara berkala, diolah melalui komposting aerobik, lalu berubah menjadi kompos yang kembali menyuburkan tanah. Apa yang semula dianggap tidak bernilai justru menjadi sumber kehidupan baru.

Di situlah letak keindahan ekologi. Tidak ada yang benar-benar berakhir.

Daun gugur menjadi humus. Humus menyuburkan tanah. Tanah menumbuhkan tanaman. Tanaman menjadi pangan. Pangan kembali menjadi kehidupan manusia. Alam bekerja melalui lingkaran yang nyaris sempurna.

Hanya manusia yang sering memutus lingkaran itu.

Modernitas telah mengajarkan kita untuk membeli, memakai, lalu membuang. Akibatnya, hubungan manusia dengan alam berubah menjadi hubungan yang bersifat linear: mengambil, menghabiskan, kemudian meninggalkan. Padahal, kehidupan selalu bekerja secara sirkular.

Urban Compost mengingatkan kita bahwa ekonomi pun dapat mengikuti logika alam. Sampah organik bukan akhir dari nilai ekonomi, melainkan awal dari nilai baru. Dari limbah lahir pupuk. Dari pupuk tumbuh pangan. Dari pangan lahir kehidupan. Inilah esensi ekonomi sirkular yang sesungguhnya.

Lebih dari itu, gerakan ini membuktikan bahwa bisnis tidak harus bertentangan dengan kelestarian lingkungan. Ketika keuntungan ekonomi berjalan beriringan dengan pemulihan tanah, pengurangan emisi metana, dan pendidikan masyarakat, maka kewirausahaan telah naik kelas menjadi gerakan peradaban.

Namun, perubahan sebesar apa pun selalu dimulai dari kebiasaan kecil. Masa depan bumi sesungguhnya diputuskan bukan di ruang konferensi internasional, melainkan di dapur-dapur rumah tangga. Di sanalah seseorang memilih untuk memilah atau mencampur sampahnya. Di sanalah masa depan lingkungan sedang ditentukan, tanpa disadari.

Karena itu, perjuangan menyelamatkan bumi sesungguhnya bukan hanya tugas para ilmuwan, pemerintah, ataupun aktivis lingkungan. Ia adalah pekerjaan setiap orang yang setiap hari menghasilkan sisa makanan.

Pada akhirnya, Urban Compost mengajarkan bahwa tanah bukan sekadar tempat berpijak. Tanah adalah asal sekaligus tujuan seluruh kehidupan. Apa yang kita kembalikan kepada tanah sesungguhnya akan kembali kepada kita dalam bentuk udara yang lebih bersih, air yang lebih sehat, dan pangan yang lebih baik.

Mungkin, ukuran sebuah peradaban di masa depan bukan lagi ditentukan oleh seberapa sedikit sampah yang berhasil diangkut menuju tempat pembuangan akhir. Ukurannya adalah seberapa banyak sampah yang berhasil dicegah agar tidak pernah sampai ke sana.

Sebab masyarakat yang maju bukanlah masyarakat yang pandai membuang sampah. Masyarakat yang maju adalah mereka yang mampu mengembalikan setiap sisa kepada asalnya, sehingga limbah berubah menjadi berkah, dan berkah itu diwariskan kepada generasi yang akan datang.

Di situlah sesungguhnya peradaban hijau dimulai—bukan dari tempat pembuangan akhir, melainkan dari seember kompos di sudut dapur, dari sepasang tangan yang rela memilah sampah, dan dari kesadaran bahwa alam tidak pernah meminta banyak kepada manusia. Alam hanya meminta agar manusia belajar kembali mengikuti hukumnya.(**)

Penulis Mashud Azikin 25/7/2026

Views: 242
Tags: Mashud azikin
Previous Post

Damkarmat Makassar Luncurkan API BAHARI, Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Pesisir Pulau

Next Post

Kepala SMKN 6 Makassar Sampaikan Maaf & Klarifikasi Video Viral

Related Posts

ISKI Sulsel Siapkan Program Kerja, Perkuat Peran Sarjana Komunikasi di Berbagai Sektor
News

ISKI Sulsel Siapkan Program Kerja, Perkuat Peran Sarjana Komunikasi di Berbagai Sektor

November 1, 2026
Viral Kabar BPJS Kesehatan Mau Dihapus, Pihak Resmi: Itu Tidak Benar !
Nasional

Viral Kabar BPJS Kesehatan Mau Dihapus, Pihak Resmi: Itu Tidak Benar !

Oktober 27, 2026
Utländska casino

Recent News

Patroli Dini Hari Polsek Wara Palopo Gagalkan Potensi Remaja Dijalan Peda-Peda

Patroli Dini Hari Polsek Wara Palopo Gagalkan Potensi Remaja Dijalan Peda-Peda

November 1, 2026
Pemkot Makassar Siapkan MHM 2027 Lebih Meriah, Perkuat Promosi Wisata Olahraga

Pemkot Makassar Siapkan MHM 2027 Lebih Meriah, Perkuat Promosi Wisata Olahraga

November 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • REDAKSI LINKSATUSULSEL

Copyright @ 2026 Linksatusulsel.com. All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
    • Home – Layout 6
  • Nasional
  • Pemprov Sulsel
  • Balai Kota Makassar
  • Dinas Pu Makassar
  • PDAM Makassar
  • Kabupaten
    • Gowa
    • Takalar
    • Jeneponto
    • Bantaeng
    • Bulukumba
    • Parepare
    • Luwu Timur
    • Palopo
    • Luwu
  • Daerah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Dinkes Kota Makassar
  • Ragam
  • News
  • DPRD Kota Makassar
  • Berita Kecamatan
    • Tallo
    • Manggala
    • Ujung Tanah
    • Ujung Pandang
    • Bontoala
    • Rappocini
    • Sangkarrang
    • Tamalate

Copyright @ 2026 Linksatusulsel.com. All right reserved