MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM — Kelangkaan dan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) serta sulitnya mendapatkan LPG di sejumlah daerah, khususnya di Sulawesi Selatan, menjadi sorotan.
Kondisi tersebut dinilai menunjukkan adanya persoalan dalam tata kelola dan distribusi energi yang harus segera dibenahi pemerintah.
Tokoh Pemuda Sulawesi Selatan, Muhammad Warakaf, mendesak Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Menurut Mantan Pengurus PB HMI ini, persoalan BBM dan LPG tidak boleh terus berulang karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah dinilai harus memastikan ketersediaan energi, terutama BBM bersubsidi dan LPG 3 kilogram, dapat diakses masyarakat dengan mudah.
Warakaf mengatakan kondisi antrean BBM saat ini sangat memprihatinkan. Antrean bahkan terjadi di sejumlah titik dan membuat masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
“Kita lihat saat ini, setiap beberapa kilometer antrean hingga berjam-jam,” kata Warakaf sabtu (12/9/2026)
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat. Bahkan, sejumlah SPBU disebut telah mengalami situasi yang mengarah pada kericuhan akibat persoalan antrean dan keterbatasan BBM.
“Beberapa hari ini potensi terjadi nya chaos karena beberapa SPBU sudah ada yang terjadi,” ujarnya.
Ia menilai kelangkaan BBM tidak hanya menyulitkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada kebutuhan pendidikan dan aktivitas lainnya.
“Kalau begini, kita juga susah apalagi anak sekolah, dan kebutuhan terbatas akibat kelangkaan BBM ini,” katanya.
Warakaf meminta pemerintah tidak hanya melihat persoalan dari sisi ketersediaan stok nasional, tetapi juga memastikan distribusi BBM hingga tingkat SPBU dan LPG hingga pangkalan berjalan lancar.
Menurut dia, masyarakat tidak seharusnya kesulitan memperoleh BBM maupun LPG ketika pemerintah menyatakan pasokannya mencukupi.
Karena itu, Warakaf mendesak Presiden Prabowo melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan sektor energi, termasuk mengevaluasi kinerja Bahlil Lahadalia sebagai Menteri ESDM.
Ia bahkan meminta Bahlil dicopot dari jabatannya apabila persoalan kelangkaan dan distribusi BBM serta LPG tidak segera diselesaikan, tentunya Masyarakat meminta pertanggungjawaban Bahlil Selaku Menteri.
“Persoalan energi ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Kalau masyarakat terus kesulitan mendapatkan BBM dan LPG, maka kinerja menteri terkait harus dievaluasi,” pungkasnya.
Warakaf juga meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengurai antrean BBM, memastikan distribusi LPG berjalan normal, serta mencegah terjadinya kelangkaan yang berulang.
Ia menegaskan, persoalan energi harus menjadi perhatian serius Presiden karena berdampak langsung terhadap aktivitas dan kebutuhan masyarakat serta berpotensi menimbulkan konflik apabila tidak segera ditangani.(**)








