JAKARTA, LINKSATUSULSEL.COM–Selasa 08 Oktober 2024 bertempat di Ballroom Hotel Shangri-La Jakarta, mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari Kementrian Perhubungan RI dan Country Director GIZ Indonesia & ASEAN, Dr. Jusman Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Makassar mewakili kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar dan Pemerintah Kota Makassar.
Salah satu kota dari 6 (enam) kota percontohan di Indonesia (Semarang, Makassar, Bandung, Pekan Baru, Surabaya dan Batam) dalam mendukung optimalisasi layanan angkutan umum massal perkotaan yang berkelanjutan, yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan Deutsche Gesselschaft fur Internationale Zussamenarbait (GIZ) Indonesia
Rangkai kegiatan ini adalah simposium dan closing project Tahun 2024 melalui pelaksanaan program Kerjasama Deutsche Gesselschaft fur Internationale Zussamenarbait (GIZ) Indonesia yang dinamakan SUTRI NAMA & INDOBUS dari singkatan Sustainable Urban Transport Programme Indonesia – Nationally Appropriate Mitigation Actions adalah proyek yang didanai oleh German Federal Ministry for Economic Affairs and Climate Action (BMWK) serta Department for Business, Energy and Industrial Strategy of the United Kingdom (BEIS) melalui Mitigation Action Facility (MAF) bertujuan untuk mendukung transformasi angkutan perkotaan di Indonesia menjadi sektor rendah karbon yang berkelanjutan.
Untuk meningkatkan dampak proyek tersebut, komponen bantuan teknis proyek Indonesian Bus Rapid Transit Corridor Development (INDOBUS) yang didanai oleh Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO) ditambahkan sebagai bagian dari proyek SUTRI NAMA. Proyek INDOBUS bertujuan memberikan dukungan teknis terkait pengembangan dan implementasi sistem BRT di kota-kota Indonesia yang sesuai dengan standar internasional
Pada Simposium dan closing project Tahun 2024 ini telah mencatat 5 (lima) program capaian meliputi, Pertama Penyelesaian lebih dari 76 kajian Kajian teknis terkait transportasi berkelanjutan, potensi pengurangan emisi GRK, serta pengembangan dan penerapan sistem Bus Rapid Transit (BRT) yang sesuai dengan standar internasional. Kedua Program pengembangan kapasitas SUTRI NAMA dan INDOBUS mengenai transportasi perkotaan yang efektif dan berkelanjutan serta implementasi BRT memberikan manfaat bagi lebih dari 1,800 peserta dari sektor swasta dan public, mencatat Dukungan Kebijakan, dalam rangka Mendukung pengembangan dan implementasi National Urban Transport Policy (NUTP), dokumen strategis nasional, termasuk RPJMN, Rencana Strategis, regulasi, dan pedoman bagi pemerintah dalam penerapan transportasi berkelanjutan, termasuk BRT.
Ketiga Manajemen Pengetahuan, Pengumpulan dan diseminasi, pengetahuan mengenai transportasi, perkotaan berkelanjutan. Dan Keempat adalah Fasilitasi Akses Pembiayaan, yang koneksi antara pemerintah, daerah dan lembaga pembiayaan untuk pengembangan transportasi berkelanjutan, serta mendukung mekanisme pendanaan nasional yang dijalankan oleh Pemerintah Indonesia melalui program Buy-the-Service (BTS).
Pada kesempatan sesi penyampaian pengalaman dan story sukses dari enam kota yang menjadi kota percontohan, dari Kota Semarang, Kota Makassar, Kota Bandung, Kota Pekan Baru, Kota Surabaya dan Kota Batam. Seluruh Kota yang telah di dampingi oleh GIZ mengharapkan keberlanjutan Program kerja sama tersebut agar kota yang percontohan tersebut lebih optimal mengimplementasikan layanan angkutan umum massal perkotaan yang berkelanjutan, penyelesaian perencanaan teknis, implementasi kebijakan transportasi yang sangat diharapkan mendukung suksesnya penyelenggaran transportasi serta dukungan pelanggan yang mampu memenuhi kebutuhan Masyarakat.
Hal lain yang tidak kalah pentingnya dari dari utusan enam kota percontohan mendapatkan berbagai pengalaman diantaranya, Pak Sobirin dari BLU UPTD Trans Semarang, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mendapatkan wawasan mendalam pengelolaan dan pelayanan transportasi , kota semarang telah melakukan konkektivitas, pelabuhan , bandara, interkoneksi aglomerasi trans Jakarta, pengembangan BRT dan sebagainya.
Bu eny Dari BLUD UPTD PTU Suroboyo Bus, menjelaskan bahwa Pelatihan yang telah didukung oleh GIZ, telah Memahami bahwa transportasi tidak bersifat diskriminatif, sehingga kami dapat meluncurkan layanan ramah difabel, mendapatkan komitmen penganggaran masyarakat, mendapatkan pemahaman yang baik terkait aturan pengadaan barang dan jasa untuk transportasi, pengadaan layanan BTS, dan mengharapkan komitmen pemerintah Indonesia agar sektor perhubungan menjadi urusan wajib pelayanan dasar.
Ibu Diana dari BLU Trans Mamminasata, menyampaikan harapan bahwa hari ini tidak menjadi closing Day program ini, berharap tetap mensupport pelaksanaan implementasi angkutan massal di Indonesia, melanjutkan pelaksanaan pelatihan untuk peningkatan kapasitas daerah, pemilihan fasilitas lokasi yang sangat sesuai, mewujudkan pengelolaan transportasi yang ideal, dan tentunya tenaga expert yang sangat dibutuhkan pengelolaan BRT, dan materinya sangat komprehensif, dan diharapkan adanya peningkatan pengetahuan transportation berkelanjutan.
Dr. Jusman Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Makassar singkatnya bahwa hari ini kembali mendapat apresiasi, Semoga apa yang telah kami toreh bisa terus berjalan dan bermanfaat bagi seluruh orang banyak,” singkatnya (**)










