LINKSATUSULSEL.COM, MAKASSAR – Kegiatan Jelajah Sampah Makassar 2025 memasuki hari ke-11 dan dipusatkan di Kecamatan Manggala. 6 Desember 2025
Pelaksanaan kegiatan dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. H. Andi Muhammad Yasir, yang kembali menegaskan pentingnya pemilahan sampah dari rumah tangga sebagai langkah strategis menuju Makassar Bebas Sampah 2029.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar beserta jajaran, Camat Manggala, unsur tripika Kecamatan Manggala, para lurah, RT/RW, Kasi Kebersihan, serta satgas kebersihan kecamatan.
Kehadiran seluruh unsur pemerintahan hingga masyarakat ini menjadi cerminan tingginya komitmen bersama dalam memperkuat gerakan pengelolaan sampah di wilayah Kota Makassar.
Rangkaian acara dimulai dengan aksi bersih yang melibatkan Camat Manggala bersama jajarannya, lurah, RT/RW, serta para Kasi Kebersihan.
Dari kegiatan tersebut, tercatat total 208,3 kilogram sampah organik dan anorganik berhasil dikumpulkan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan.
Pemerintah kecamatan juga memberikan apresiasi kepada Tokoh Inspiratif Pengelolaan Kebersihan serta Tokoh Paling Aktif dalam aksi bersih sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam menjaga kebersihan wilayah.
Selain itu, digelar talkshow edukatif menghadirkan narasumber Marini Ambo Wellang dari Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar dan Dr. Bau Asseng, selaku Kepala Bidang Persampahan, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas DLH Makassar.
Dengan mengusung tema “Sampah Ta Tanggung Jawab Ta”, talkshow tersebut menekankan pentingnya peran kolektif masyarakat dalam pengelolaan sampah untuk mendukung terwujudnya lingkungan yang berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan partisipasi sejumlah UMKM dan komunitas pemerhati lingkungan, antara lain Payabo (daur ulang plastik), Rumah Kreasi Ceceng (kerajinan dari kantong plastik), Urban Farm (budidaya maggot), Manggala Tanpa Sekat (pengolahan eco-enzym), serta Tumpuk Sampah (kompos alami).
Kehadiran para mitra ini memberikan edukasi tambahan kepada masyarakat bahwa sampah memiliki potensi ekonomi dan dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat.
Melalui sinergi antara Kecamatan Manggala, DLH Makassar, komunitas, UMKM, dan masyarakat, pelaksanaan Jelajah Sampah Makassar 2025 diharapkan semakin memperkuat budaya pemilahan sampah dari sumbernya.
Tradisi ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Makassar yang bersih, hijau, dan nyaman menuju target Makassar Bebas Sampah 2029. (*)








