MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM — Kabid Politik, Hukum, HAM dan Demokrasi BEM Nusantara Sulawesi Selatan, Risaldi Aditia, membantah keras pernyataan Menteri Kesehatan yang meminta masyarakat beradaptasi dengan kabut asap karhutla dengan mengurangi aktivitas di luar rumah.
“Kami membantah cara pandang tersebut. Rakyat tidak boleh hanya disuruh diam di rumah dan beradaptasi dengan asap. Kalau udara sudah tercemar, negara harus hadir menyelesaikan sumber persoalannya, bukan sekadar meminta masyarakat menyesuaikan diri,” tegas Risaldi Aditia.
Ia mempertanyakan langkah konkret pemerintah dalam menangani akar masalah mulai dari pencegahan, pengawasan, hingga penindakan terhadap pelaku pembakaran. “Siapa yang membakar? Siapa yang mengawasi? Apa tindakan konkretnya? Jangan sampai rakyat diminta menerima asap sebagai hal yang normal, sementara sumber masalahnya tidak diselesaikan,” ujarnya sabtu 17/10/2026
Risaldi menegaskan hak masyarakat atas udara bersih tidak boleh digantikan sekadar himbauan. “Jangan normalisasi asap dengan dalih adaptasi. Yang harus beradaptasi adalah kebijakan pemerintah terhadap kondisi darurat lingkungan dan kesehatan masyarakat. Rakyat tidak butuh sekadar himbauan untuk bertahan. Rakyat butuh negara yang bekerja,” pungkasnya.(**)








