MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM– Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Sulawesi Selatan kembali mendapat sorotan dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Elang Timur Indonesia. Dalam SPMB tahun ini diduga terjadi sejumlah pelanggaran, mulai dari dugaan manipulasi data pada jalur domisili (zonasi), penggunaan dokumen yang diduga tidak sah pada jalur prestasi, hingga adanya informasi mengenai dugaan nama-nama yang digeser.
Menanggapi informasi dan surat yang masuk dari Ormas Elang Timur Indonesia, Kepala SMAN 2 Makassar H. Syafruddin, M.S.Pd., M.Pd menjelaskan secara detail terkait isi surat yang diterima sekolah. Dalam balasan surat bernomor 421.3/137/UPT SMA2/MKS/DISDIK perihal penyampaian aksi yang akan dilakukan oleh ormas tersebut, pihak sekolah memberikan jawaban klarifikasi terkait berbagai dugaan yang diajukan.
“Ada beberapa poin dalam surat tersebut, seperti dugaan soal siswa yang tidak lolos jalur prestasi akademik dan kemudian dari skor siswa lainnya lolos dengan nilai rendah,” kata Syafruddin.
Dia menjelaskan bahwa pihak sekolah dapat menjawab semua pertanyaan sesuai dengan sistem yang tertera dalam aplikasi SPMB 2026. “Dimana dalam surat yang dilayangkan tersebut dijelaskan mengenai skor pengumuman. Pihak sekolah telah memberikan ruang kepada seluruh siswa yang merasa seharusnya lulus dan namanya tergeser agar bisa mencantumkan bukti pendaftaran untuk dilakukan verifikasi,” sambung dia.
Lebih jauh, mantan Kepala SMAN 4 Makassar tersebut menghimbau agar seluruh calon siswa jangan mudah percaya dengan calo atau siapapun yang mengaku bisa meloloskan ke sekolah pilihan. “Insyaallah, kami membuka ruang terbuka terkait SPMB 2026. Adapun soal berita yang beredar mengenai temuan teman-teman dari Ormas, kami buka pintu terbuka untuk melakukan klarifikasi bersama,” singkat Syafruddin pada Sabtu (4/7/2026).
Sebagai informasi tambahan, sebelumnya Ormas Elang Timur Indonesia telah melakukan penyuratan resmi kepada SMAN 2 Makassar terkait dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut dari pihak terkait terkait tindak lanjut verifikasi yang akan dilakukan. (**)







