BULUKUMBA, LINKSATUSULSEL.COM – Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan (bullying), Polres Bulukumba terus menggencarkan kegiatan penyuluhan kepada kalangan pelajar.
Salah satunya dilaksanakan oleh personel Bagian SDM Polres Bulukumba, Bripda Muhammad Alif, yang memberikan penyuluhan bertema “Stop Bullying” kepada siswa MTs dan MA Babul Khaer di Pondok Pesantren Babul Khaer, Kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh para santri dan dewan guru. Dalam penyampaiannya, Bripda Muhammad Alif menjelaskan pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, dampak negatif yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta pentingnya membangun budaya saling menghormati dan menghargai sesama.
Ia juga mengajak seluruh peserta didik untuk berani menolak segala bentuk perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial (cyberbullying). Menurutnya, tindakan bullying dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius, mengganggu proses belajar, serta memengaruhi perkembangan mental korban.
Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya bullying, Bripda Muhammad Alif juga mengimbau para siswa agar tidak ragu melaporkan kepada guru, orang tua, maupun pihak kepolisian apabila mengetahui atau mengalami tindakan perundungan. Ia menegaskan bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan merupakan tanggung jawab bersama.
Penyuluhan dikemas secara interaktif melalui sesi tanya jawab, sehingga para siswa dapat menyampaikan pendapat maupun pengalaman mereka terkait perundungan di lingkungan sekolah. Suasana kegiatan berlangsung komunikatif dan mendapat respons positif dari para peserta.
Sementara itu, Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto, S.I.K., melalui PLT Kasi Humas Polres Bulukumba IPTU Rahmat Kurniawan, S.H.,M.H mengatakan bahwa kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari upaya preventif Polri dalam mencegah terjadinya perundungan di lingkungan pendidikan serta membangun karakter generasi muda yang berakhlak baik dan saling menghormati.
“Kami berharap para pelajar semakin memahami bahaya bullying dan memiliki keberanian untuk menolak serta melaporkan setiap bentuk perundungan. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghargai,” tutupnya.(**)








