LUTIM, LINKSATUSULSEL.COM–Toyota Motor mengurangi produksinya di pabrik yang berbasis di Jepang pada Rabu (30/8/2023). Langkah itu diambil produsen mobil setelah sistem komputer yang memproses pesanan suku cadang kendaraan rusak pada Selasa (29/8/2023). Akibatnya Toyota terpaksa menutup 14 pabrik perakitan.
Seperti dilaporkan oleh Reuters, Rabu (30/8/2023) gangguan tersebut menghentikan sistem inti dari lean manufacturing Toyota.
Sistem tersebut digunakan sebagai cara untuk mengurangi inventaris dan memaksimalkan efisiensi. Seperti yang di kutip Media ini dari pemberitaan Bisnis.Com
Kepala Cabang (Kacab) PT.Toyotan Hadji Kalla (Toyota HK Group) Cabang Malili, Armin yang di temui media ini Senin (4/9/2023) mengatakan.
Hingga saat ini, belum diketahui apa yang menyebabkan sistem tersebut bermasalah,
penyebabnya bukan serangan siber. Jelas Armin
Dia mengatakan untuk penjualan prodak toyota dalam negeri tidak terlalu berpengaruh, karena dari beberapa prodak Toyota yang di produksi di Jepang, masih ada stoknya di Indonesia.
Pangsa pasar mobil Toyota, di Indonesia tidak terlalu berpengaruh, hanya saja mobil yang pabrik nya langsung dari Jepang itu yang terdampak, tetapi di Indonesia prodak mobil tersebut masi tersedia stok unitnya”ungkapnya.
Hanya saja kata dia, tidak menutup kemungkinan dengan gangguan teknis tersebut, prodak mobil pabrikan Jepang, kemungkinan harganya akan naik, dengan kondisi stok yang berkurang.
Berikut stok mobil pabrikan langsung Jepang, di Indonesia,
1.Toyota Supr
2.Toyota C+POD EV
3.Toyota GR Yaris
4.Toyota Vellfire
5.Toyota Land Cruiser
6.Toyota Hi-Ace Commuter
7.Toyota Voxy
8.Toyota Alphard
Lap : Rudiyanto.







