MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM — Ketidakakuratan data sosial dan ekonomi yang kerap dijadikan alasan dalam perencanaan pembangunan dan penganggaran daerah mendapat sorotan tajam dari Prof. DR. Sutan Nasomal SH, MH. Menurutnya, ketidaktepatan pencatatan data yang menyasar kelompok rentan seperti tukang becak, kuli pacul, lansia jompo, hingga tukang pulung kerap dijadikan alasan untuk menghemat anggaran dengan dalih tidak ingin membebani Kas Daerah.
Prof. Sutan Nasomal menyampaikan keheranannya atas kerapnya alasan “data tidak akurat” muncul, padahal secara berkala selalu diselenggarakan sensus penduduk maupun sensus ekonomi.
“Kok alasan pendataan selalu tidak akurat dijadikan alasan? Padahal selalu ada sensus penduduk dan sensus ekonomi. Mungkin data yang sebenarnya tak pernah sampai ke meja para pemimpin, sehingga selalu bisa dikatakan bahwa rakyat miskin jumlahnya berkurang atau semakin banyak yang kaya mendadak padahal tidak sama dengan data yang dimiliki pemerhati dari lembaga dunia,” ungkap Prof. Sutan.
Ia menyoroti adanya kesenjangan nyata antara data yang dirilis pemerintah dengan realitas di lapangan maupun data dari lembaga internasional. Ketimpangan ini, menurutnya, merugikan kelompok paling rentan yang justru paling membutuhkan intervensi negara.
Lebih jauh, ia menyoroti hambatan sistemik yang menghalangi aspirasi rakyat kecil sampai ke pusat kekuasaan.
“Ketika keluhan dari rakyat kecil dituliskan dan hendak disampaikan ke Istana Negara, ubinnya sangat licin oleh liur para penjilat sehingga kertas dari rakyat ini tidak boleh sampai di meja yang punya kekuasaan,” tegasnya. Selasa (15/9)
Kondisi ini, kata dia, membuat kebijakan yang diambil sering kali tidak menyentuh akar persoalan, karena tidak didasarkan pada suara dan data yang sebenarnya dari rakyatnya sendiri.
Di tengah situasi yang dinilai semakin mempersulit rakyat kecil, Prof. Sutan Nasomal mengingatkan masyarakat untuk tidak berhenti berharap.
“Berdoalah kepada Tuhan yang tidak pernah tidur dan lantainya tidak pernah licin, sehingga doa dari rakyat pasti diterima dan diijabah.”
Penulis :Oleh: Prof. DR. Sutan Nasomal SH, MH








