MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM – Antusias peminat belajar tahun 2026 ini hampir sama dengan tahun sebelumnya. Perbedaannya, tahun ini melalui Aplikasi Lontara+, seluruh calon peserta dapat melihat secara langsung jumlah peserta, angka pendaftar, hingga urutan calon peserta yang telah terdaftar.
Peminat peserta hingga detik-detik pendaftaran, khususnya di SMPN 22 Makassar, membuktikan bahwa berlokasi di kawasan padat penduduk, jumlah peserta sangat banyak. Seperti yang berlangsung, mulai dari jalur Non Domisili hingga Domisili telah terisi oleh calon peminat.
Namun dari data Lontara+ tercatat sebanyak 242 kuota yang terisi dari jumlah total 320 siswa yang bakal diterima. Data itu diambil dari 10 Rombongan Belajar (Rombel) jatah yang direncanakan untuk sekolah tersebut.
Adapun rincian jalur penerimaan adalah sebagai berikut: Jalur Afirmasi sebanyak 54 siswa dari 123 pendaftar tercatat di Lontara+, Jalur Mutasi dengan daya tampung 14 siswa namun hanya 2 siswa yang mendaftar lengkap, Jalur Prestasi Akademik 54 siswa dari 224 pendaftar, Jalur Non Akademik dengan daya tampung 29 siswa namun hanya 3 yang terverifikasi dan untuk Jalur Domisili sebanyak 129 siswa, sebelum terhitung jumlah siswa tinggal kelas.
Data per jam 16.00 sore tanggal 30/6/2026 menunjukkan bahwa proses pengembalian berkas berjalan lancar dengan antusias yang tinggi dari warga sekitar.
Kepala SMP Negeri 22 Makassar, Hartono, S.Pd, menjelaskan bahwa untuk tahun ini Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berjalan lancar dan sukses. “Pihaknya telah berhasil menjalankan sesuai petunjuk yang telah ditetapkan,” kata Kepala Sekolah melalui selulernya rabu (2/7/2026)
Menurutnya, jumlah kuota dan data yang diterima sesuai dengan yang masuk melalui aplikasi Lontara+. Sekolahnya merencanakan untuk menerima siswa sebanyak 10 Rombel.
Diketahui bahwa Kepala Sekolah saat ini belum lama menjalankan tugas, namun menurutnya kuota yang tersisa dari kuota yang tidak terpenuhi akan diisi melalui jalur Domisili.
“Untuk sementara, kuota yang ada di SMPN 22 Makassar sudah penuh dan diisi lewat jalur Domisili,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Kabid SMP Dinas Pendidikan Makassar belum bisa memberi keterangan terkait sistem pengisian kuota kosong, apakah akan dilakukan secara terbuka atau melalui pendekatan yang lebih emosional.(**)








