MAKASSAR, LIMKSATUSULSEL.COM– Seorang pria berinisial ABRI (32), pelaku kecelakaan lalu lintas di wilayah Bontoala, Kota Makassar, mengaku mendapat tekanan dan dugaan pemerasan dari pihak keluarga korban usai peristiwa tabrakan yang terjadi pada Minggu pagi.
ABRI menuturkan kepada salah satu media Sabtu 14/12/2025. Kecelakaan bermula ketika ia mengemudikan mobil dan tidak sempat menghindari sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan,” kata Abri
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka cukup serius pada kaki kiri hingga mengeluarkan darah. ABRI mengaku langsung bertanggung jawab dengan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, persoalan disebut mulai muncul sehari setelah operasi. Menurut ABRI, anak korban menghubunginya dan meminta tambahan uang sebesar Rp20 juta dengan alasan biaya rumah sakit lanjutan,” sambung dia
Tak hanya itu, ABRI juga mengaku orang tuanya menerima pesan bernada ancaman dari anak korban melalui aplikasi WhatsApp.
Merasa tertekan, ABRI kembali mendatangi rumah sakit dan bertemu pihak keluarga korban bersama unsur Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh masyarakat. Dalam pertemuan itu, kembali dibahas soal biaya pengobatan jalan meski sebelumnya sudah ada kesepakatan awal
ABRI menyatakan tidak menerima tindakan ancaman tersebut dan berencana melaporkannya kembali ke pihak berwajib.Ia menegaskan sejak awal sudah menunjukkan itikad baik dan tanggung jawab sebagai pelaku kecelakaan,” bebernya.
Hingga berita ini turun, belum ada informasi lebih lanjut dari kepolisian dan keterangan resmi dari pihak korban terkait pernyataan dari pelaku penabrakan (**)
Laporan; SD
Editor :(MK)













