LUTIM, LINKSATUSULSEL.COM–Miris !!!’ seorang Nenek Hatija (68) yang bertahun-tahun tinggal di rumah panggung terbuat dari kayu dan kondisi rumahnya sangat memperihatinkan karena atap rumah bocor dan parah sekali.
Diketahui nenek tersebut tinggal di dusun Tengko Situru desa Tarabbi kecamatan Malili kabupaten Luwu Timur provinsi Sulawesi Selatan.
Hal tersebut diakibatkan karena atap rumah yang terbuat dari daun rumbia (Sagu) nampak bocor di semua sisi sehingga apabila hujan turun nenek Hatija selalu kehujanan.
Dirinya mengaku jika selama ini tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah desa, khususnya bantuan bedah rumah padahal di desa sudah banyak sumber untuk pemberian bedah rumah kepada warga salah satunya melalui dana BKK yang merupakan program unggulan Bupati Luwu Timur H. Budiman.
Seperti tahun ini bantuan bedah rumah ada dari pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan juga dari pemerintah desa melalui dana Bantuan Keuangan Kusus (BKK) namun tidak satupun di berikan kepada Nenek Hatija.
Informasi dari warga setempat bahwa bantuan bedah rumah dari provinsi itu diduga diberikan kepada warga terdekat pemerintah desa bahkan bantuan bedah rumah dari dana BKK tahun 2022 hingga saat ini belum selesai dikerjakan dan dihuni oleh penerima.
“Iya pak saya penduduk asli disini sudah berpuluh puluh tahun tinggal disini tapi tidak pernah dapat bedah rumah kita lihat sendiri mi ini rumahku kasian kalau hujan banjir didalam,sementara orang yang dikasih bantuan bedah rumah orang masih mampu dan rumahnya masih bagus,Ujarnya sambil meneteskan air mata, Sabtu ( 13/05/2023).
Kepala dusun Tengko Situru desa Tarabbi,Yohanis Karangan saat di konfirmasi media ini mengungkapkan jika dirinya selaku kepala dusun selalu mengusulkan ke pemerintah desa untuk di berikan bantuan namun tidak pernah terealisasi.
“Kalau saya usulkan semua ke desa tapi di desa yang verifikasi (pilih) jadi susah ki juga mau bicara karena tahun ini informasi saya dengar ada tiga di dusunku tapi nenek Hatija ini tidak masuk tidak tau bagaimana dari desa seandainya dusun yang menentukan dari dulu itu selesai, ujarnya.
Lanjut kata dia,’ contohnya yang bantuan bedah rumah dari Provinsi itu saya tidak tahu tiba-tiba orang kumpul KK dan KTP saya kaget ternyata ada orang yang masih mampu di kasih tidak tahu bagaimana dari desa padahal ada BPD yang bisa verifikasi, jelas Yohanis Karangan.
Sementara itu Sekretaris desa Tarabbi Yisrel Pabubung saat di konfirmasi media ini menuturkan jika nama- nama yang keluar saat ini untuk mendapatkan bantuan bedah rumah tahun 2023 belum valid.
“Terima kasih informasinya nanti saya sampaikan kalau rapat musyarawah bedah rumah terkait nama-nama yang keluar itu belum fix doakan saja semoga orang yang dikasih bantuan adalah orang yang benar-benar membutuhkan,”Tutup Yisrel.











