MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM– Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti UPT SPF SDI Toddopuli I Makassar pada Rabu (20/5/2026) saat menyambut program Sahabat Anak melalui Afirmasi Aman Bencana (SALAMA) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar. Puluhan siswa dari kelas I hingga V diajak bermain sambil belajar menghadapi berbagai jenis bencana yang mungkin terjadi di wilayah sekitar.
Program SALAMA (Sahabat Anak melalui Afirmasi Aman Bencana) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar hadir dengan pendekatan yang ramah anak, menggunakan metode interaktif seperti simulasi, lagu, dan permainan peran agar materi penanggulangan bencana mudah dipahami.
Kepala UPT SPF SDI Toddopuli I Makassar, Zusanti, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada siswa untuk menyelamatkan diri serta orang lain saat terjadi bencana. “Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar di kelas, tapi juga tangguh dan siap menghadapi situasi darurat. Melalui SALAMA, materi disampaikan dengan cara yang menyenangkan sehingga anak-anak tidak merasa takut, melainkan paham langkah-langkah yang harus dilakukan,” ujarnya dengan antusias.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak mengenali berbagai jenis bencana yang umum terjadi di Makassar, seperti gempa bumi, banjir, dan kebakaran. Mereka belajar mengenali tanda-tanda awal bencana, cara berlindung dengan benar, serta menggunakan alat penyelamatan dasar. Para narasumber dari BPBD juga melakukan simulasi evakuasi yang sangat seru, di mana siswa harus mengikuti jalur evakuasi yang telah ditentukan dengan cepat dan tertib.
“Anak-anak sangat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif bertanya dan bahkan membuat kelompok kecil untuk mempraktikkan langkah-langkah evakuasi,” tambah Zusanti. Beberapa siswa juga menunjukkan kreativitas dengan membuat lagu dan pantun tentang keselamatan bencana yang mereka ciptakan bersama teman sekelas.
BPBD Kota Makassar yang menghadiri kegiatan ini memberikan berbagai alat bantu seperti helm pelindung, selang penyiraman darurat, dan pamflet edukasi berisi langkah-langkah penting saat bencana. “Kami berharap dengan program ini, generasi muda memiliki kesadaran dan kesiapan yang baik dalam menghadapi segala kemungkinan bencana. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan siap melindungi diri serta orang lain,” pungkas Zusanti penuh harapan.(**)








