MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM– Sejalan dengan pemberlakuan kebijakan baru sistem pengelolaan sampah Pemerintah Kota Makassar mulai hari ini, sejumlah sekolah menunjukkan respon cepat dan dukungan nyata.
Salah satunya adalah SMP Negeri 4 Makassar yang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pemilahan Sampah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar. Kegiatan yang diikuti seluruh warga sekolah ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan serta mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari DLH Kota Makassar memberikan pemaparan menyeluruh mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumber, baik di lingkungan sekolah maupun rumah tangga. Seluruh peserta dibekali pemahaman tentang cara memilah sampah dengan benar, serta berbagai potensi positif dan manfaat yang dihasilkan dari pengelolaan sampah yang tepat.
Kepala SMP Negeri 4 Makassar, Enni, S.Pd., M.Pd., menyampaikan dalam sambutannya bahwa edukasi lingkungan harus ditanamkan sejak dini, dimulai dari lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan dan karakter siswa agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian alam.
“Kegiatan ini sangat penting sebagai bagian dari pembelajaran karakter. Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Langkah kecil seperti memilah sampah bisa membawa dampak yang sangat besar,” ujarnya jumat 31/7/2026
Ia menambahkan, pihak sekolah terus mengintegrasikan program lingkungan ke dalam berbagai kegiatan pembelajaran dan aktivitas sekolah, termasuk dalam rangka menjalankan program Adiwiyata. “Harapannya ilmu yang didapat tidak hanya diterapkan di sekolah, tapi juga dibawa siswa ke rumah dan lingkungan sekitar,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Enni juga menjelaskan fungsi strategis bank sampah yang tidak sekadar berfungsi sebagai tempat pengumpulan, melainkan sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Bank sampah mengubah cara pandang kita: sampah bukan sekadar barang buangan, melainkan bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat,” jelasnya.

Dijelaskan pula, dengan pengelolaan yang tepat sampah dapat diubah menjadi kerajinan tangan, kompos, maupun bahan daur ulang yang bernilai ekonomi, sekaligus menekan volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Tujuan akhirnya adalah terciptanya lingkungan yang sehat, bersih, dan tertata rapi, di mana kesadaran seluruh elemen masyarakat termasuk generasi muda di sekolah menjadi kunci utama keberhasilan program ini.(**)








