MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM – Puluhan anggota Laskar Merah Putih (LMP) Markas Daerah Sulawesi Selatan melakukan aksi unjuk rasa di kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar dan kantor DPRD Kota Makassar pada hari ini.
Aksi ini dilakukan sebagai respon terhadap isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait dugaan manipulasi data dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026, khususnya pada jalur afirmasi.
Dugaan kejadian ini sebelumnya telah disuarakan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Makassar, yang kemudian menarik perhatian serius dari Laskar Merah Putih. Jalur afirmasi sendiri merupakan jalur khusus bagi calon siswa dari kalangan kurang mampu atau kelompok tertentu yang seharusnya mendapatkan prioritas dan kemudahan akses pendidikan. Dugaan manipulasi data ini dapat merugikan mereka yang seharusnya berhak dan mencederai prinsip keadilan dalam sistem pendidikan.
Mengatasi masalah serius tersebut, Markas Daerah Laskar Merah Putih Sulawesi Selatan secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap yang tegas. Pernyataan tersebut berisi enam poin tuntutan utama:
Mendesak Transparansi dari Dinas Pendidikan: LMP menuntut Dinas Pendidikan Kota Makassar untuk segera melakukan transparansi penuh terhadap seluruh proses SPMB 2025/2026, terutama terkait data pendaftar jalur afirmasi. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada celah bagi kondisi praktik.
Menyoroti Peran dan Akuntabilitas Dinas Sosial: LMP juga menyoroti peran dan akuntabilitas Dinas Sosial Kota Makassar dalam proses verifikasi dan validasi data calon siswa jalur afirmasi. Mereka mendesak agar Dinas Sosial memastikan tidak ada data fiktif atau yang dimanipulasi, mengingat data dari dinas inilah yang menjadi dasar penentuan kelayakan calon siswa jalur afirmasi.
Menolak Segala Bentuk Kecurangan dan Penyalahgunaan Wewenang: Laskar Merah Putih secara tegas menolak segala bentuk perjanjian dan dilindungi izin oleh oknum-oknum yang terlibat dalam proses SPMB, karena hal ini dapat merusak integritas sistem pendidikan dan merugikan masyarakat.
Mendukung Investigasi Independen dan Keterlibatan Pengawas Eksternal: LMP menyatakan dukungan penuh terhadap investigasi independen oleh pihak yang berwenang dan mendesak keterlibatan pengawas eksternal untuk mengusut tuntas penyelidikan kompetensi data ini hingga akarnya.
Laskar Merah Putih Siap Mengawal dan Bertindak: Sebagai bentuk komitmennya, LMP menyatakan kesiapan untuk mengawali ketatanegaraan dan bertindak proaktif dalam mengawasi pelaksanaan SPMB agar berjalan jujur dan adil sesuai peraturan yang berlaku.
Menuntut Penindakan Tegas terhadap Oknum Pelaku Pelanggaran: Terakhir, LMP menuntut penindakan tegas dan sanksi hukum yang setimpal terhadap oknum pelaku pelanggaran manipulasi data, sebagai efek jera dan penegakan keadilan bagi seluruh calon siswa dan masyarakat.
Aksi ini menunjukkan keseriusan berbagai elemen masyarakat dalam mengawal proses pendidikan, khususnya penerimaan siswa baru, agar berlangsung secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik KKN. LMP menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa proses SPMB di Makassar berjalan sesuai aturan, bebas dari praktik curang, demi masa depan pendidikan yang lebih baik dan merata bagi seluruh masyarakat.
Pasca demo ormas LMP, Kadis Pendidikan Makassar Achi Soleman sangat mengapresiasi aksi demo yang di lakukan laskar merah putih agar semua bisa transparansi soal SPMB 2025,” kata Achi
Achi juga melihat bahwa Laskar Merah Putih berdemo menyatakan sikap dan kami nilai bahwa mereka melakukan pendapat terkait dengan penerimaan siswa baru
Terkait dengan SPMB kami sudah berdasarkan juknis No 3 Tahun 2025 terkait dengan penerima siswa baru oleh kementerian pendidikan sesuai dengan aturan berlaku,” sambung Achi
Lebih jauh, Mantan Kadis DPPPA Kota Makassar ini juga menjelaskan SPMB Dinas Kota Makassar tidak ada masalah,
Olehnya itu, demo itu hal yang wajar karena mengeluarkan pendapat didepan umum karena dinas hanya mengawasi dan semua itu di tangani oleh sekolah masing-masing soal SPMB 2025,” pungkas Achi.(**)













