GOWA, LINKSATUSULSEL.COM – Orang tua salah satu terduga pelaku kekerasan jalanan di Gowa, Mega Dg Ga’ga, mendesak Polres Gowa untuk menegakkan hukum secara profesional dan tidak tebang pilih dalam penanganan kasus perseteruan antar geng motor yang berujung saling serang.
Desakan ini muncul setelah Mega Dg Ga’ga merasa kecewa dengan proses hukum yang dinilai tidak adil, di mana awalnya Kapolres Gowa menyampaikan bahwa delapan orang telah ditetapkan sebagai terduga pelaku, namun dalam perkembangannya hanya menyisakan satu orang saja yang ditahan, termasuk anaknya, MAA.
“Saya tidak punya dasar bahwa anak saya tidak bersalah, tapi tolong jangan jadikan anak saya tumbal. Tegakkan hukum secara tegas. Saya tentu saja keberatan jika ketujuh orang teman anak saya yang telah ditetapkan kapolres gowa sebagai pelaku tidak ikut ditahan dan kalau memang proses hukum anak saya harus lanjut maka ketujuh temannya juga harus bersama sama karena mereka sama sama melakukan penyerangan itu,” protes Mega Dg Ga’ga dalam jumpa persnya Sabtu 24/1/2026
Mega juga mengungkapkan kecurigaannya setelah melihat postingan di Instagram salah satu teman anaknya yang juga sebagai terduga pelaku geng motor dan sebelumnya sempat ditahan, yang mengisyaratkan bahwa mereka sudah bebas. Hal itu diperkuat keterangan MAA pada saat dibesuk yang menyampaikan kalau ketujuh orang temannya sudah tidak ada di tahanan Polres Gowa.
Mega juga mempertanyakan proses penangkapan anaknya yang dilakukan tanpa surat penangkapan dan penahanan, serta tidak adanya barang bukti yang ditemukan saat penangkapan.
Saat dihubungi via telepon, penyidik Polres Gowa yang menangani kasus tersebut menyebutkan bahwa dari delapan orang terduga, tiga masuk tahap dua (berkas dianggap lengkap dan dikirim ke kejaksaan).
Hingga berita ini turun, Belum ada konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait.
Laporan : Rangga






