MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM–Program Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) nama Ego to Eco (Egois ke Ekosistem) sepertinya menjadi daya tarik bagi kalangan orang tua siswa dan siswa itu sendiri
Pasalnya program yang di laksanakan SDI Pannampu 3 yang ini untuk mengajak warga melakukan perubahan dalam pola hidup yang kurang peduli dengan lingkungan.
UPT SPF SD Inpres Pannampu 3, ST. Fatimah, S.Pdi,.M.Pdi menjelaskan bahwa gerakan makan habis tanpa sisa. Gerakan ini difokuskan untuk mengurangi sampah makanan,
“Kegiatan yang sangat mulia ini tentu memberi harapan besar bagi semua orang tua siswa pada umumnya, Lantaran dari program pemerintah dalam mengatasi stunting bisa di cegah dari dini,” Kata Fatimah (14/2/2024)
Menurut Fatimah pun sekitar sekitar 60 persen sampah di kota Makassar dari sampah makanan itu perlu di atasi agar kebersihan baik lingkungan dan kebersihan bagi anak-anak bisa mencetak siswa-siswi yang handal,
“Sedangkan nilai stunting masih dalam jumlah tinggi, Sehingga peran Program Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) nama Ego to Eco (Egois ke Ekosistem) ini dapat di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” Harap Fatimah.(**)












