MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM–Maraknya pemberitaan mengenai subsidi solar yang di duga di salah gunakan oknum yang tidak bertanggung jawab. Solidaritas Aktivis Reformasi (SOLAR) 98 Makassar angkat suara.
Dalam keterangan persnya, aktivis ini Minta para Mafia BBM Subsidi di Wilayah Sulsel yang di duga Piaraan Pertamina Segera di Proses Hukum oleh Aparat Penegak Hukum (APH).
Aktivis Reformasi 98 di Makassar, yang dikenal dengan semangat perjuangan mereka dalam menggulingkan rezim Orde Baru, kembali aktif dalam menghadapi masalah baru di era reformasi.
Mereka mengkritik praktik para mafia yang menyalahgunakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel).
Menurutnya, bahwa mengingat subsidi BBM yang seharusnya menjadi bantuan bagi masyarakat kecil dan menengah, seringkali diambil oleh para mafia yang berhubungan erat dengan pihak-pihak tertentu di Pertamina
Hal ini tidak hanya merugikan masyarakat yang sebenarnya membutuhkan subsidi, tetapi juga menghambat perkembangan ekonomi daerah yang seharusnya lebih merata,” ucap Ancu di salah satu warkop
Adapun riak-riak mereka mendorong tentang pentingnya penerapan hukum yang tegas terhadap para pelaku mafia BBM subsidi. Mereka menginginkan adanya tindakan hukum yang cepat dan tegas untuk menghentikan praktik-praktik yang merugikan masyarakat.
Dengan demikian, masyarakat dapat mendapatkan manfaat yang sebenarnya dari subsidi BBM, yaitu harga yang lebih terjangkau dan akses yang lebih mudah,” sambung dia
Selain itu, tindakan tegas terhadap para mafia juga diharapkan dapat memberikan efek jera bagi mereka yang berpotensi melakukan kegiatan serupa di masa mendatang. Dalam rangka menjaga integritas dan keadilan, SOLAR98 mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan berani melaporkan segala bentuk pelanggaran terkait subsidi BBM.
Mereka juga mengharapkan dukungan dari pemerintah dan instansi terkait untuk lebih transparan dalam pelaksanaan program subsidi BBM. Dengan adanya tindakan tegas dan transparansi, diharapkan masyarakat Sulsel dapat mendapatkan manfaat yang sebenarnya dari subsidi BBM dan tidak lagi terjebak dalam praktik-praktik yang merugikan,” pungkas Ancu.(**)








