MAKASSAR, LIMKSATUSULSEL.COM– Semarak budaya Makassar memuncak di Pesta Rakyat Parang Tambung, Jalan Daeng Tata 3, Lorong 4. Kontu Tojeng Community pada rabu 26/8/2026 hadir dengan penampilan luar biasa yang memukau seluruh warga yang hadir, menjadi penampil paling dinanti dan disorot sepanjang acara
Kehadiran anak-anak Kontu Tojeng Community membawa suasana pesta menjadi lebih hidup, kental dengan nuansa adat, semangat kebersamaan, dan kekayaan budaya leluhur. Mereka tampil penuh percaya diri, membuktikan bahwa komunitas ini adalah wadah pelestarian budaya yang terus tumbuh dan berkembang.
Keberhasilan penampilan ini tak lepas dari konsep matang tim pengurus serta arahan para penasehat yang senantiasa membimbing langkah komunitas ke depan.
Ketua Kontu Tojeng Community, Abdhy Dg. Maleo, menyampaikan rasa syukur dan pesan mendalam:
“Alhamdulillah, kami sangat bangga dan bersyukur anak-anak Kontu Tojeng Community dapat tampil dan meriahkan Pesta Rakyat Parang Tambung. Ini bukan sekadar tampil di panggung, melainkan bukti bahwa budaya kita masih hidup, masih dicintai, dan terus dijaga oleh generasi penerus.
Jaga nama baik komunitas, jaga persaudaraan, dan jangan pernah lelah melestarikan warisan leluhur kita.”
“Manca’ bukan sekadar bela diri, melainkan jalan menjaga harga diri, kehormatan, dan persaudaraan. Rampa’ Appaka mengajarkan: tegak berdiri di atas kebenaran, rendah hati namun tidak merendahkan diri, saling menguatkan seperti rangkaian yang tak terpisahkan. Kekuatan sejati bukan hanya di tangan, tapi di hati yang bersatu.”
Muhammad Ansar Dg. Kiyo, Penasehat sekaligus Konseptor acara, menegaskan:
“Setiap langkah melestarikan budaya harus direncanakan matang, berniat tulus, dan dijalankan penuh tanggung jawab. Penampilan ini tak hanya soal keindahan visual, tetapi menyampaikan pesan moral dan nilai luhur budaya Makassar. Tetap rendah hati, terus belajar, dan jadilah generasi yang tak hanya tampil di panggung, tapi mampu menjaga dan meneruskan amanah leluhur.”
Penampilan ini didukung oleh tim pengurus yang berdedikasi:
1. Dandi Dg. Sibali (Kadiv. Seni Budaya)
2. Nabil (Pemusik) | Sogu (Pemusik) | Evan (Pemusik)
3. Hasan Dg. Tarra (Kadiv. Sosmas)
4. Dg. Rapi (Kadiv. Punggawa)
5. Dahlan, Hajril, Jefri (Punggawa)
6. Dg. Rate (Waka I)
Semua yang tampil adalah putra-putra asli Kontu Tojeng Community yang berlatih tekun demi menjaga dan mewariskan seni budaya Makassar. Warga yang hadir memberikan apresiasi luar biasa, berharap komunitas ini semakin dikenal luas dan menjadi kebanggaan masyarakat Makassar.
Semoga Kontu Tojeng Community terus maju, jaya, dan tetap menjadi pelita pelestarian budaya Makassar (**)








