MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM – Ratusan peserta upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Lapangan Karebosi terlihat begitu semarak, namun satu unit sekolah berhasil menyedot perhatian: UPT SPF SDI Unggulan Toddopuli Makassar.
Seluruh jajaran guru, staf, dan siswa yang hadir kompak mengenakan baju adat Sulawesi Selatan yang elegan dan penuh warna, menunjukkan identitas budaya yang kuat di tengah gelaran upacara nasional, Sabtu (2/5/2026).
Diikuti oleh lebih dari 150 siswa, puluhan guru, serta jajaran pembina sekolah, kontingen SDI Unggulan Toddopuli berbaris rapi dengan pakaian adat khas Bugis, Makassar, dan Toraja. Kehadiran mereka bukan hanya sekadar memenuhi undangan, tetapi menjadi simbol bahwa pendidikan dan pelestarian budaya berjalan beriringan.
Kepala SDI Unggulan Toddopuli Makassar, Muhtar, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa partisipasi dalam upacara Hardiknas tahun ini sengaja dibungkus dengan semangat lokal. “Kami ingin menanamkan kepada anak-anak sejak dini bahwa menjadi pelajar yang unggul tidak berarti meninggalkan akar budaya. Baju adat Sulsel ini adalah bentuk kebanggaan kita,” ujarnya tegas.
Lebih lanjut, Muhtar menjelaskan bahwa sekolahnya telah mengintegrasikan proyek penguatan profil pelajar Pancasila dengan kearifan lokal Sulsel sepanjang semester ini. “Tema Hardiknas tahun ini ‘Bergerak untuk Pendidikan yang Memerdekakan’ sangat kami resonansi dengan aksi nyata. Kemandirian dan gotong royong khas masyarakat Bugis-Makassar adalah modal utama,” imbuhnya.
Selain itu, pihak sekolah juga menerjunkan tim paduan suara kecil yang turut membawakan lagu daerah “Anging Mammiri” di sela-sela rangkaian upacara. Penampilan spontan tersebut disambut hangat oleh peserta upacara lainnya, bahkan beberapa pejabat Dinas Pendidikan Kota Makassar mengacungkan jempol.
Diketahui, upacara peringatan Hardiknas tingkat Kota Makassar tahun ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar beserta jajaran Forkopimda. Mengusung konsep “Kembali ke Lapangan”, upacara yang berlangsung sejak pukul 07.00 WITA itu berjalan khidmat meskipun terik matahari menyengat.
“Saya sengaja memerintahkan seluruh peserta dari sekolah kami untuk tetap bertahan sampai upacara usai tanpa banyak yang pingsan. Ini latihan kedisiplinan sekaligus ketahanan fisik. Alhamdulillah, semua sehat,” sambung Muhtar.
Harapan besar disematkan oleh sang Kepala Sekolah untuk tahun ajaran mendatang. “Saya berharap SDI Unggulan Toddopuli bisa menjadi percontohan bagi sekolah lain dalam mengintegrasikan pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Dan tahun depan, kami targetkan bisa membawa drumband sekolah untuk mengisi defile upacara Hardiknas,” pungkas Muhtar penuh optimisme.
Suasana kekeluargaan dan semangat nasionalisme yang dibalut adat Sulsel menjadi daya tarik tersendiri. Keberhasilan SDI Unggulan Toddopuli Makassar dalam memeriahkan Hardiknas 2026 menjadi bukti bahwa pendidikan unggul tidak harus kehilangan jati diri.(**)








