MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Masyarakat Budaya Celebes (DPP LMBC) Sulawesi Selatan menggelar Rapat Konsolidasi Pengurus pada malam ini, bertempat di Cafe MCH Coffee Jalan Toddopuli V Kota Makassar.
Rapat koordinasi pengurus dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP LMBC Sulawesi Selatan Sdra Rustan, dan dihadiri jajaran Pengurus Harian, Dewan Pembina Bapak Ibnu Hajar, serta ketua-ketua Divisi.
Agenda utama rapat adalah konsolidasi internal dan pematangan persiapan Rapat Kerja DPP LMBC yang dijadwalkan dalam waktu dekat.
Dalam arahannya, Ketua Umum menegaskan bahwa Rapat Kerja nanti menjadi momentum strategis untuk mengaktifkan kembali peran LMBC sebagai garda terdepan dalam pelestarian budaya di Sulawesi Selatan. “LMBC tidak boleh hanya jadi penonton. Kita harus turun langsung menjaga, merawat, dan menghidupkan kembali nilai-nilai adat Siri’ Na Pacce, bahasa daerah, aksara Lontara, sampai seni tradisi yang mulai tergerus zaman,” tegas Ketua Umum DPP LMBC Sulsel.
Beberapa poin yang dibahas dalam rapat konsolidasi malam ini meliputi:
– Pemetaan Program :
Inventarisasi agenda kebudayaan prioritas tahun 2026, mulai dari festival budaya, pelatihan aksara Lontara untuk generasi muda, hingga advokasi cagar budaya.
– Penguatan Struktur :
Mengaktifkan kembali peran bidang-bidang dan membentuk tim kerja khusus untuk Rapat Kerja.
– Sinergi Lintas Lembaga dan Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) :
Membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, kampus, sanggar seni, dan komunitas adat se-Sulsel.
Sekretaris Jenderal DPP LMBC Sulsel Muhammad Abbas, S.E., M.M, menambahkan bahwa hasil Rapat Kerja nanti akan menjadi roadmap DPP LMBC selama 3 (tiga) tahun ke depan. “Kita ingin LMBC hadir di tengah masyarakat, bukan cuma di atas kertas. Rapat Kerja ini yang akan tentukan arah gerak kita,” ujar Muhammad Abbas.
Rapat konsolidasi yang berlangsung selama 3 jam tersebut ditutup dengan kesepakatan timeline persiapan Rapat Kerja dan pembagian tugas kepada seluruh pengurus DPP LMBC.
Salam Budaya
Lembaga Monta Bassi Celebes (LMBC), “Satu Sakit Sakit Semua”(**)













