MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM– Semangat hijau menyelimuti UPT SPF SD Inpres Pannampu 2, Kecamatan Tallo, Makassar, dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Tahun 2026. Dengan penuh antusias, para siswa-siswi bersama para guru menggelar aksi bersih-bersih lingkungan sekolah dan pemanfaatan barang bekas menjadi karya bernilai guna pada Jumat (22/5/2026).
Kegiatan ini sejalan dengan agenda nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, sebagai momentum menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat konservasi keanekaragaman hayati melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dari tingkat pendidikan dasar.
Kepala UPT SPF SDI Pannampu 2, Andi Ferawati Said, S.Pd, M.Pd, menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat para siswa. “Anak-anak luar biasa antusias. Mereka tidak hanya membersihkan lingkungan, tapi juga belajar bahwa menjaga keanekaragaman hayati dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kita, seperti merawat tanaman di halaman sekolah dan membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menanamkan rasa cinta lingkungan sejak dini. “Kami ingin membentuk karakter siswa yang peduli terhadap alam. Membersihkan lingkungan bukan sekadar kerja fisik, tapi bentuk tanggung jawab moral kita terhadap makhluk hidup lain yang berbagi ruang dengan manusia,” cetusnya.
Selain itu, yang membuat kegiatan ini semakin menarik adalah pemanfaatan barang bekas. Para siswa dengan kreativitas tinggi mengubah botol plastik, kardus, dan kaleng bekas menjadi pot tanaman unik, tempat pensil, serta miniatur ekosistem. “Mereka belajar bahwa sampah jika dikelola dengan baik bisa menjadi sesuatu yang bernilai dan ramah lingkungan,” tambah Andi Ferawati.
Diketahui, peringatan Hari Keanekaragaman Hayati tahun ini mengusung tema pentingnya pelestarian flora dan fauna lokal. UPT SPF SD Inpres Pannampu 2 turut berkontribusi dengan menghadirkan pojok keanekaragaman hayati mini di sekolah, tempat siswa dapat mengamati tanaman obat keluarga dan sayuran yang mereka tanam sendiri di polybag daur ulang.
Menurutnya, kolaborasi antara siswa, guru, dan pihak sekolah dalam kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa pendidikan lingkungan tidak harus mahal. “Dengan barang bekas sekalipun, kita bisa berkarya. Ini sekaligus mengajarkan ekonomi kreatif dan pengurangan sampah sejak usia sekolah,” ujar Andi Ferawati.
Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung tidak hanya setahun sekali, tetapi menjadi budaya sekolah setiap hari. “Kami berharap apa yang anak-anak lakukan hari ini menginspirasi sekolah-sekolah lain di Makassar dan seluruh Indonesia. Dari Pannampu 2, kami buktikan bahwa anak-anak hebat bisa menjadi agen perubahan bagi kelestarian alam,” tutup Andi Ferawati dengan penuh optimisme.
Aksi bersih-bersih dan daur ulang ini juga diikuti dengan pembacaan komitmen bersama untuk selalu menjaga lingkungan sekolah, menjadikan UPT SPF SD Inpres Pannampu 2 sebagai sekolah ramah anak sekaligus ramah lingkungan.(**)








