JAKARTA, LINKSATUSULSEL.COM – Penganugerahan Bintang Jasa Pratama kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman oleh Presiden Republik Indonesia mendapat apresiasi tinggi dari tokoh akademik terkemuka, Prof. Jamaluddin Jompa. Menurutnya, penghargaan ini adalah pengakuan atas prestasi besar yang lahir dari kerja keras, inovasi kebijakan, dan keberanian mengambil keputusan strategis.
Prof. Jompa menyoroti empat aspek utama yang membuat pencapaian ini sangat signifikan. Pertama, Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan secara konsisten di tengah dinamika populasi dan permintaan domestik yang terus meningkat. Prof. Jompa menegaskan, “Swasembada beras pada akhir 2025 merupakan sejarah baru Indonesia. Jika dulu swasembada pernah dicapai, kini kita melakukannya dengan situasi demografis dan permintaan domestik yang jauh lebih kompleks.”
Kedua, keberhasilan ini diraih di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin ekstrem. Prof. Jompa menilai, “Kesuksesan ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu beradaptasi dengan cepat melalui kebijakan yang responsif dan teknologi yang tepat guna.”
Ketiga, Prof. Jompa menyoroti perlunya meningkatkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan, teknologi digital, dan akses ekonomi agar generasi muda melihat pertanian sebagai masa depan yang menjanjikan.
Keempat, swasembada pangan berhasil dicapai meskipun ada keterbatasan lahan subur dan jaringan irigasi yang belum optimal. Menurut Prof. Jompa, hal ini menunjukkan efektivitas kebijakan alokasi lahan, pemanfaatan teknologi irigasi, dan optimalisasi lahan produktif.
Prof. Jompa berharap, keberhasilan ini menjadi landasan kuat menuju ketahanan pangan berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya dukungan riset dan inovasi dari perguruan tinggi untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian swasembada pangan di masa depan. “Sokongan riset dan inovasi yang didrive melalui perguruan tinggi, agar apa yang dicapai oleh pemerintahan saat ini dalam hal swasembada pangan bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan, mengingat akan semakin kompleksnya tantangan yang kita akan hadapi ke depan,” pungkasnya kamis 8/1/2026










