MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) Sulawesi Selatan melakukan audiensi dengan Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan pada jumat (7/8/2026) sebagai langkah memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan UMKM.
Rombongan Asprindo diterima langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Mirna, S.H., M.A., didampingi Sekretaris Dinas serta para Kepala Bidang. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi.
Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan Asprindo dengan Bupati Maros yang sebelumnya membahas program unggulan Kampung Industri dan Desa Wisata sebagai model pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPW Asprindo Sulawesi Selatan Ir. Abu Hasan memaparkan konsep dan arah pengembangan program yang didukung oleh jajaran pengurus, yakni Sekretaris Umum Uya Mustamin, Ketua Biro Perekonomian Syariah, Pengembangan UMKM, Koperasi dan Kewirausahaan Haris Samtidar, ST., SE., Wakil Ketua Biro Pariwisata, Seni Budaya dan Ekonomi Kreatif Desyani Kuhu, Biro Humas Nurul Husna Umar, serta Ketua Biro Perdagangan Ekspor dan Impor Vilda Yanti Lalawi.
Usai mendengarkan paparan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel menyampaikan apresiasi dan antusiasmenya terhadap program yang diinisiasi Asprindo. Menurutnya, Asprindo memiliki potensi besar menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkenalkan Maros-Pangkep UNESCO Global Geopark kepada masyarakat nasional maupun internasional.
Kawasan geopark tersebut merupakan taman bumi kelas dunia yang mencakup wilayah daratan karst seluas 223.629 hektare serta kawasan laut Kepulauan Spermonde seluas 88.965 hektare. Wilayah ini dikenal memiliki bentang alam karst terbesar kedua di dunia, ratusan gua prasejarah, serta kekayaan hayati dan budaya yang menjadi daya tarik wisata berkelas dunia.
Dalam pertemuan tersebut, Andi Mirna berharap Asprindo dapat berperan aktif memproduksi berbagai konten dan video kreatif yang menampilkan potensi desa wisata di kawasan Geopark sebagai media promosi ke mancanegara. Upaya promosi tersebut, kata dia, akan mendapat dukungan langsung dari Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan.
Selain promosi destinasi, pembahasan juga menyoroti pengembangan wisata kuliner. Kepala Dinas menekankan pentingnya penataan kawasan kuliner yang lebih tertib, bersih, higienis, dan mampu menghadirkan beragam makanan khas serta kue tradisional sebagai identitas daerah.
Ia juga mengusulkan konsep live cooking di desa wisata, di mana proses memasak, meracik, hingga penyajian makanan dilakukan langsung di hadapan pengunjung. Konsep tersebut diyakini mampu memberikan pengalaman wisata yang lebih menarik sekaligus meningkatkan minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menikmati dan membeli produk kuliner lokal.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas juga mendorong Asprindo agar memfasilitasi pelaku UMKM binaannya dalam pengurusan sertifikat halal melalui instansi terkait. Sertifikasi halal dinilai memiliki banyak manfaat, antara lain meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas akses pasar hingga tingkat global, meningkatkan daya saing produk, memenuhi ketentuan regulasi, serta menjamin kualitas, kebersihan, dan keamanan produk.
Ke depan, implementasi Program Kampung Industri dan Desa Wisata akan melibatkan seluruh DPC Asprindo di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan melalui kemitraan dengan Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan, perangkat daerah terkait, serta Dekranasda. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pengembangan potensi ekonomi lokal, memperkuat sektor UMKM, sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Sulawesi Selatan.
Audiensi diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara Asprindo dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam memajukan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan UMKM.
Laporan (safrida sf**)








