MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM — Meski pihak suami dari FF telah memberikan klarifikasi ke sejumlah media, respons tersebut dinilai belum cukup bijak dalam menghargai kebebasan pers.
Kecaman terus mengalir, termasuk dari Serikat Media AJUN dan Ketua PUKAT Sulsel, yang menegaskan bahwa yang disoroti bukanlah pribadi seseorang, melainkan pernyataan yang dinilai menjatuhkan profesi secara kolektif.
Berikutnya, Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Sulawesi Selatan ikut menyampaikan kecaman keras terhadap pernyataan FF dalam siaran langsung media sosial yang dinilai merendahkan dan menantang profesi jurnalis serta advokat.
Ketua Bidang Hukum dan HAM SEMMI Sulsel, Arie Musa, S.H., menegaskan di Makassar, Rabu (14/10): “Kebebasan berpendapat tidak berarti bebas merendahkan profesi tertentu. Wartawan berfungsi sebagai kontrol sosial, advokat adalah penegak hukum. Keduanya berperan penting dalam demokrasi, sehingga pernyataan yang merendahkan profesi ini tidak boleh dianggap sepele.”
SEMMI Sulsel mendesak FF memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai maksud dan konteks ucapannya. “Kami meminta yang bersangkutan mempertimbangkan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada insan pers dan advokat apabila pernyataan tersebut memang dirasa menyinggung,” tegas Arie Musa. Langkah ini dinilai sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus jalan penyelesaian yang lebih konstruktif sebelum persoalan berkembang menjadi konflik hukum.
Arie Musa menjelaskan persoalan ini perlu dilihat secara objektif mencakup isi, konteks, sasaran, dan dampak. Beberapa ketentuan hukum yang relevan dikaji antara lain UU Pers, UU Advokat, serta UU ITE.
“Kami tidak menuduh telah terjadi pidana sebelum ada proses hukum. Namun pernyataan di ruang digital tetap memiliki konsekuensi hukum jika memenuhi unsur yang berlaku,” jelasnya.
SEMMI juga mengingatkan seluruh publik figur dan pengguna media sosial agar lebih berhati-hati dalam berujar. Kebebasan berbicara harus beriringan dengan tanggung jawab. Kritik boleh tajam, tetapi tidak boleh kehilangan etika dan penghormatan terhadap hukum. Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi langsung dari FF.(**)








