MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM– Aksi tembak-menembak menggunakan senjata mainan berpeluru plastik atau jeli menjadi tren yang meresahkan warga Makassar, Sulawesi Selatan, selama bulan Ramadan. Meski terkesan sebagai permainan, kegiatan ini dianggap sebagai ancaman karena berpotensi membahayakan warga.
Seperti yang dilaporkan oleh berbagai media, aksi saling serang menggunakan senapan mainan ini sering terjadi di Jalan Andi Tonro, Kelurahan Pabaeng-baeng, Kecamatan Tamalate. Aksi ini semakin meluas hingga melintas ke Veteran, Pasar Cidu sampai ke wilayah Tallo pada dini hari Minggu (3/2/2026).
“Tiga malam terakhir ini sangat ramai. Setelah salat tarawih, mereka melakukan aksi tembak-menembak hingga pawai dan melintas di daerah Tallo,” ujar seorang warga.
Menanggapi keluhan warga, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si, angkat bicara. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait aksi permainan senjata mainan ini, terutama yang dilakukan oleh remaja secara tidak bertanggung jawab di jalanan sehingga mengganggu ketenangan umum.
“Kami setiap hari melaksanakan patroli untuk membubarkan mereka dan memberikan pemahaman bahwa meskipun itu senjata mainan, jika mengenai mata bisa menyebabkan kebutaan,” kata Kombes Pol Arya Perdana.
Lebih lanjut, Kapolrestabes Makassar mengingatkan bahwa jika peluru mengenai pengendara motor hingga menyebabkan hilang keseimbangan dan kecelakaan, hal tersebut dapat mengakibatkan luka-luka bahkan kematian.
“Yang tadinya tidak ada pidana, justru bisa ada pidana, bahkan bisa menimbulkan ketersinggungan dan memicu perang kelompok,” tegasnya.
Kapolrestabes Makassar mengimbau masyarakat untuk menghindari dan tidak melakukan aksi tembak-menembak menggunakan senjata mainan, terutama di jalan umum yang dapat mengganggu ketertiban dan membahayakan orang lain.(**)







