MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM– Kabar baik datang dari Pasar Terong Makassar di tengah kekhawatiran lonjakan harga jelang Ramadan dan Idulfitri. Sidak yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan harga pangan pokok terpantau stabil dan sesuai ketentuan. Temuan ini menjadi indikasi bahwa pengawasan rutin yang dilakukan efektif menjaga daya beli masyarakat.
Direktur Utama Bulog RI, Mayjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan hasil pengecekan langsung di lapangan. Harga beras SPHP terjaga di Rp12.500/kg, beras premium Rp14.900/kg—seluruhnya sesuai HET. Minyak goreng juga stabil di Rp15.700/liter, dengan banner harga terpampang di kios-kios pengecer.
“Gula dan tepung stabil. Harga daging sapi bahkan di bawah HAP—sekitar Rp120.000/kg dari acuan Rp140.000. Ayam di kisaran Rp32.000–33.000/kg. Ini menunjukkan stabilitas harga cukup terjaga,” ujarnya.
Komoditas hortikultura pun relatif terkendali. Cabai merah keriting di Pasar Terong berada di kisaran Rp20.000/kg (lebih rendah dibanding Jakarta sekitar Rp30.000/kg), sementara cabai rawit Rp60.000/kg (Jakarta mendekati Rp70.000/kg).
Ahmad Rizal juga menitipkan pesan agar pengecer tidak memanfaatkan momentum Ramadan–Lebaran untuk menaikkan harga. Ia mendorong pengawasan rutin minimal tiga kali sepekan oleh Satgas Pangan Provinsi Sulawesi Selatan bersama pengelola pasar dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel agar harga tetap terkendali hingga Idulfitri.
Dari sisi ketersediaan, stok beras Bulog nasional dilaporkan naik dari 3,2 juta ton (Desember) menjadi 3,6 juta ton per 1 Maret 2026. Untuk minyak goreng, skema DMO memastikan pasokan mengalir ke pasar SP2KP dan distribusinya difokuskan ke pengecer ber-NIB.
Dengan pengawasan konsisten dan pasokan yang aman, stabilitas harga di pasar tradisional bukan sekadar wacana—tapi.(**)












