MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM—- Belum selesai kisruh kebakaran lapak blok B pasar sentral kini pembangunan lapak baru kembali mendapatkan sorotan dari beberapa LSM, maupun pedagang itu sendiri
Hal tersebut di utarakan beberapa LSM di duga banyak’nya yang memanfaatkan situasi dalam mengambil keuntungan, salah seorang pedagang pasar, sentral kemukakan pada awak media yang enggan di publik namanya melalui media mengatakan di hadapan Para awak media bahwa,
“Dirinya juga bingung harus mengadu kemana soalnya sejak kejadian kebakaran Pembangunan lapak yang hanya diperuntukan bagi para pedagang,
Semakin bertambah dan jelas dibagi buat siapa, karena dari 900 lapak yang terdampak, itu sudah melebihi dari bangunan yang sebelumnya, karena yang aktif berdagang cuma 851 Orang, sementara sebelum terbangun dari gambar Denah 927 lapak, ditambah lagi beberapa titik panel listrik PLN kini dibangun lagi 8 lapak/ titik
Kemudian harga’nya juga berubah berubah dan itu kami anggap kemahalan, karna sebelumnya dinas PU.menjanjikan bantuan setengah dari bangunan lapak, dan setengahnya lagi harga dari swadaya pedagang itu sendiri,” Dan itupun belum ada penetapan SK, penatapan harga yang akan ditetapkan dan di keluarkan oleh walikota makassar,” ucap pedagang
Yang lebih parahnya lagi sebagian tempat lapak yang strategis sudah ada yang memiliki,”
Kami duga diperjual belikan alias di bisnis kan, oleh pengelolah lapak, antar direktur utama PD Pasar Makassar Raya”, tambahnya
Padahal kami sudah di janji untuk penempatan lapak kami,
” Namun kenyataanya hingga saat ini kami belum juga mendapatkan lapak kami yang akan kami pakai berdagang, “Ujar’nya dengan nada kesal.
Lanjutnya, Bukan hanya kami Banyak, pedagang yang stress sekarang,” Pasalnya dulu sebelum bayar panjar ditunjukkan tempat yang bagus namun setelah bayar panjar . Ditunjukkan t4 yg lain (disisip2kan). Bahkan jika keberatan akan dikembalikan uang panjarnya.
Dan jika dia keberatan karena tidak sesuai pembicaraan awal akan dikembalikan panjarnya, kini nasib Pedagang Bagaikan Makan Buah Simalakama
Harga yang kami dengar didalam penjualan lapak yang ada di pasar sentral mencapai harga 40 juta hingga lebih.itu berlaku bagi yang menempati posisi kelas, termasuk harga tunjuk tunjuk, maksudnya
Hal itu tak lepas dari pantauan Rahmayadi Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Aspirasi Advokasi Masyarakat Sulawesi Selatan menyoroti kinerja Direktur Utama PD Pasar yang seolah-olah semena-mena terhadap pedagang, kata Rahmayadi, Selain itu pula dari sekian banyak’nya lapak yang terbangun masih menjadi misteri,
Rahmayadi Ketua DPW LSM FAAM Sulsel
menyayangkan sekali dengan adanya harga lapak yang tiba-tiba melonjak harganya tanpa di dasari SK penetapan dari Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto,
Kesepakatan ini diluar dari nalar pikiran dari harga 3,750,000 menjadi 4 juta/ Lapak, Dengan Dalih Percepatan Pembangunan tentunya harga semakin Menggelembung dari sekian,” Banyaknya Lapak, maupun kelebihannya yang dibangun
” Harusnya jika Iksan selaku direktur utama mau menaikkan harga lapak di pasar sentral ini dia harusnya turun terlebih dahulu ke pedagang untuk menyampaikan dan menunggu surat keputusan walikota makassar lalu dia bisa menaikkan harga perlapak di pasar sentral, tambahnya
Ini sudah gratifikasi, kami dari LSM FAAM Sulsel meminta dengan tegas agar aparat kepolisian serta Kejaksaan Negeri Makassar turun menindaki hal ini, karna jika di biarkan akan menyengsarakan masyarakat yang kerjanya hanya sebagai berdagang,” Bukan untuk diperdagangkan lapak mereka sudah jatuh, ” tertimpah tangga lagi
,” Menurutnya Kasian nasib para pedagang, yang selalu.di Korbankan dan di sengsarakan oleh orang orang yang tidak bertanggung, jawab,
Mirisnya lagi sejak dari awal memasuki tahun, 2023 ,Pendapatan daerah perumda pasar, makassar raya Anjlok, Namun masih bisa berangkat refreshing ke Bali khan Aneh !!?
“Dikatakan minim’nya pendapatan perumda makassar raya, padahal sudah berbagai cara dilakukan, hingga restribusi disatukan harganya dengan pungutan kebersihan, Namun kalau dilihat dari keseharian malah makin sulit dengan naiknya harga karcis menjadi 7000, harusnya dipisahkan jauh lebih baik, karna tidak terlalu memberatkan pedagang, artinya kolektor pasar bisa jalan 2 X, tanpa memberatkan beban pedagang,” beber’nya
Jika persoalan ini di biarkan maka kami akan bertindak dengan melakukan persuratan Kejaksaan Tinggi hingga Ke Polda Sulsel dan melakukan aksi unjuk rasa karna ada dugaan pembiaran,” menelantarkan pedagang,” pungkas Rahmayadi











