MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM– SMPN 5 Makassar berupaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan bebas sampah melalui inovasi SELEBES (Sekolah Lingkungan Sehat Bebas Sampah) dan program Gerakan Sekolah Sehat (GSS). Upaya ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan positif dan membangun karakter peserta didik.
Kepala SMPN 5 Makassar, Firman, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa inovasi SELEBES berawal dari masalah sampah yang tertinggal di dalam kelas saat akhir pekan. Dengan keterbatasan lahan dan tempat sampah, kondisi ini membuat lingkungan sekolah kurang nyaman. “Bayangkan kalau sampah dari hari Jumat tertinggal hingga Senin pagi. Baunya luar biasa… Dari situ saya berpikir harus ada terobosan,” jelasnya 18/7/2025
Inspirasi datang dari pengalaman Firman saat berkunjung ke Jepang, negara yang bersih tanpa banyak tempat sampah. Ia membawa pulang ide itu dan menerapkan prinsip bahwa setiap warga sekolah bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan.
Meskipun ada tantangan di awal penerapan, seperti siswa yang menggantung sampah di pagar tetangga atau menyimpannya di lemari kelas, namun dengan edukasi, sanksi tegas, dan peran serta orang tua, kesadaran siswa mulai tumbuh.
“Harapan saya, SMP 5 bisa jadi pilot project bagi sekolah lain. Bukan sekadar inovasi, tapi jadi budaya baru,” tegas Firman.
Sitti Mardiah, S.Si, salah satu guru, menambahkan bahwa keberlanjutan program dijaga melalui sistem monitoring dan evaluasi rutin setiap Senin. Setiap kelas dinilai kebersihannya dan diberi bendera hijau (bersih) atau bendera hitam (kotor).
“Hal yang sama juga diterapkan oleh para guru yang juga ikut membawa pulang sampah masing-masing. Kita tidak bisa menuntut siswa kalau kita sendiri tidak jadi teladan,” ujarnya.
Dengan inovasi SELEBES dan GSS, SMPN 5 Makassar berkomitmen untuk terus membangun budaya positif dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, sehat, dan berkelanjutan.








