MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM– Sebanyak 80 siswa kelas 4A dan 4B UPT SPF SDI Unggulan Toddopuli Makassar menggelar kegiatan field trip yang seru dan edukatif, bertajuk “Jelajah Rasa dan Sejarah”. Mereka mengunjungi dua lokasi sekaligus: Pabrik Brownies Amanda di Daya, serta kawasan wisata edukasi Leang-Leang di Kabupaten Maros, pada Selasa (2/6/2026).
Kegiatan diikuti oleh para wali kelas, pendamping, serta beberapa orang tua siswa yang tergabung dalam komite sekolah. Rombongan berangkat menggunakan dua bus wisata sejak pukul 07.00 WITA dengan pengawalan ketat dari guru dan tenaga kependidikan.
Memakai baju adat Sulsel yang rapi dan berwarna-warni, seluruh siswa tampak ceria dan antusias. Pakaian adat khas Bugis-Makassar ini sengaja dikenakan bukan tanpa alasan, selain untuk memperkenalkan identitas budaya, juga menjadi bagian dari proyek “Belajar Berpakaian Multifungsi” di lingkungan industri dan alam.
Kepala SDI Unggulan Toddopuli Makassar, Muhtar, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa field trip ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung di luar kelas. “Kami ingin anak-anak melihat bagaimana proses produksi makanan yang mereka sukai, sekaligus mengenal warisan prasejarah di Sulsel. Ini belajar yang membekas,” ujarnya saat melepas rombongan.
Lebih lanjut, Muhtar menjelaskan bahwa kunjungan ke pabrik Brownies Amanda mengajarkan siswa tentang kewirausahaan, kebersihan pangan, dan kerja tim. “Mereka melihat langsung adonan dipanggang, dikemas, hingga siap dijual. Bahkan beberapa siswa diajak mencoba menghias brownies sendiri,” tambahnya sambil tersenyum.
Selain itu, di Leang-Leang Maros, siswa diajak berjalan menyusuri lorong-lorong prasejarah. Mereka melihat peninggalan lukisan tangan dan jejak arkeologi yang berusia ribuan tahun. Pemandu lokal menjelaskan dengan cara yang ramah anak, sehingga siswa sangat antusias bertanya tentang kehidupan manusia purba.
Diketahui, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi kurikulum merdeka dengan tema “Kewirausahaan dan Pelestarian Cagar Budaya”. Setiap siswa diberikan lembar kerja observasi yang harus diisi selama perjalanan. Mereka juga diminta membuat laporan singkat dan vlog kelompok sebagai tugas proyek.
“Saya bangga karena anak-anak sangat tertib dan menunjukkan sikap sopan di tempat umum. Pabrik Brownies Amanda pun memberi apresiasi berupa goodie bag untuk setiap siswa. Ini membuktikan bahwa pendidikan karakter kita berhasil,” sambung Muhtar.
Harapan ke depan, kegiatan serupa bisa dilaksanakan secara rutin setiap semester dengan destinasi berbeda. “Saya berharap field trip seperti ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi benar-benar menjadi laboratorium hidup bagi siswa. Mereka pulang dengan pengalaman, bukan sekadar oleh-oleh,” pungkas Muhtar penuh optimisme.(**)








