MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM— Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja seluruh lurah se-Kota Makassar setelah satu tahun masa kepemimpinan. Penilaian ini menjadi dasar rotasi dan penataan jabatan ke depan, murni berdasarkan capaian kerja tanpa intervensi pihak mana pun. Arahan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi bersama camat dan lurah di Ruang Sipakatau, Kantor Wali Kota, Senin (5/10/2026).
“Sudah satu tahun menjabat. Saya tidak mau ada orang menelepon untuk mempertahankan jabatan. Penilaian murni seperti apa yang Bapak-Ibu lakukan di lapangan,” tegas Munafri.
Ukuran keberhasilan tidak lagi diukur dari banyaknya kegiatan atau serapan anggaran, melainkan bergeser menuju dampak nyata yang dirasakan masyarakat dari input-output-outcome-public value hingga impact.
Indikator penilaian mencakup optimalisasi PBB, kebersihan lingkungan, pelayanan dasar, perlindungan sosial, keterlibatan masyarakat, hingga pengendalian kamtibmas. Lurah dituntut tidak hanya bereaksi setelah ada masalah, tetapi mampu mendeteksi dan mencegah potensi gangguan sejak dini bersama warga, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Munafri mengingatkan pola pemerintahan tidak boleh lagi sentralistik. Masyarakat harus dilibatkan sebagai mitra mencari solusi, bukan sekadar objek program. “Jangan kucing-kucingan dengan warga. Buka ruang, dengar masalah, cari solusi bersama,” pesannya.
Integritas menjadi fondasi utama. Lurah dilarang memberi ruang aktivitas ilegal di wilayahnya. Kebijakan pemilahan sampah dan penertiban bangunan liar tetap berjalan tanpa henti, dengan pendekatan persuasif dan komunikasi yang berkelanjutan.(**)








