MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Makassar masih berjalan, program ini telah memasuki tahap ke dua.
SMPN 1 Makassar salah satu sekolah yang mendapat MBG. Sebanyak 1.417 siswa menerima MBG dan mereka sangat antusias dengan adanya program ini.
Kepala Sekolah SMPN1 Makassar, Suaib Ramli mengatakan, program ini berjalan pancar tanpa ada kendala. Seluruh siswa kelas X juga sangat bahagia mereka mendapat Makan Bergizi Gratis ini.
“Mulai tanggal 6 sampai sekarang alhamdulillah tidak ada kendala-kendala ditemui. Semua berjalan sebagaimana mestinya program dari pusat ini. Anak-anak juga senang dapat makanan bergizi dari pemerintah,” ujarnya kepada Herald Sulsel saat dihubungi, Kamis, 16 Januari 2025.
Suaib Ramli juga mengatakan, sejauh ini di sekolahnya tidak ada siswa yang mengalami alergi makanan. Begitu pun dengan keluhan lainnya terkait dengan MBG.
“Itu memang sudah kita minta datanya ke wali kelas misalnya ada yang alergi makanan, tetapi sejauh ini belum ada siswa yang mengalami alergi makanan,” ucapnya.
Sebelumnya, Plh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Nielma Palamba mengatakan, sejauh ini tidak ada kendala yang ditemui. Menu yang disajikan pun sudah sesuai dengan standar gizi dan cukup bervariasi setiap harinya.
“Tahap kedua di kecamatan Biringkanaya di 3 SMP dan 4 SD. Saya liat menunya kemarin sudah sesuai standar. Dan ini namanya Makan Bergizi Gratis sehingga pasti sudah pasti telah melalui tahapan-tahapan gizi,” ucap Nielma.
Kata Nielma, program MBG ini akan diperluas secara bertahap ke seluruh sekolah di Makassar, mencakup sekira 218.042 siswa dari jenjang TK, SD, dan SMP.
“Tentunya dengan tahap kedua ini akan pasti ada lagi tahap- tahap berikutnya karena sasarannya adalah jumlah siswa dan ini tiap hari dari senin sampai jumat. Mulai dari Paud Negeri maupun swasta, kemudian SD dan SMP. Kalau SMA kewenangan provinsi,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan Nielma, banyak siswa yang sangat antusias dengan adanya program ini, dan orang tua juga merasa terbantu karena tidak perlu lagi menyiapkan makanan untuk anak-anak mereka.
“Pengamatan saya kemarin, di SD Cenrawasih itu kemarin sangat antusias anak-anak. Banyak nilai-nilai yang bisa kita petik di situ. Nilai kebersamaan, menjaga tertibnya karena harus cuci tangan, kemudian higienitas,” tutur Nielma yang juga menjabat sebagai Kadisnaker ini.
“Saya sempat mewawancara para orang tua mereka merasa sangat terbantu. Satu, mengurangi uang jajan. Kedua, mereka lebih cepat ke sekolah karena tidak siapkan makan lagi,” tambahnya.
Meski begitu, anggota DPRD Makassar, Azwar Razmin menyarankan kepada pemerintah untuk memprioritaskan siswa yang kurang mampu, agar program ini tepat sasaran dan berjalan sesuai yang diharapkan.
Menurutnya, dengan memprioritaskan sekolah pinggiran, program MBG diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih besar, membantu mengurangi kesenjangan gizi antara siswa di pusat kota dan daerah pinggiran, serta meningkatkan kesehatan dan prestasi belajar mereka.
“Kalau bisa program ini cukup untuk siswa siswi miskin atau siswa yang memang kurang mampu, kita harapkan juga program ini bisa tercover semua sekolah. Kasihan kan kalau ada yang dapat ada yang tidak dapat Makan Bergizi Gratis ini. Kalau bisa kita mulai dari Kota Makassar untuk terapkan itu,” ujar Azwar.
Ia berharap saran ini dapat diakomodasi oleh pemerintah dan program MBG dapat berjalan dengan lebih optimal dan merata. (Jen)













