MAKASSAR, LIMKSATUSULSEL.COM– UPT SPF SMP Negeri 3 Makassar terus memperkuat komitmennya sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi dengan menerapkan kebijakan bebas plastik sekali pakai di lingkungan sekolah. Program ini bertujuan menanamkan kepedulian lingkungan kepada seluruh warga sekolah sekaligus mengurangi permasalahan sampah plastik yang kian mengkhawatirkan.
Kepala SMP Negeri 3 Makassar, Drs. Kaswadi, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua MKKS SMPN Kota Makassar, menjelaskan bahwa kebijakan ini adalah wujud nyata komitmen sekolah dalam mencerminkan nilai-nilai Adiwiyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Tahun 2025 kami menjadi sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi. Karena itu, seluruh warga sekolah berkomitmen dengan tekad bulat agar aktivitas sehari-hari benar-benar mencerminkan sekolah Adiwiyata, salah satunya dengan menerapkan sekolah bebas plastik,” ujar Kaswadi saat ditemui pada Selasa (20/1/2026).
Kaswadi juga menambahkan, siswa kini diedukasi untuk tidak lagi membawa botol minuman sekali pakai, melainkan menggunakan tumbler pribadi. Pihak sekolah turut menyediakan galon air minum dengan standar kualitas kesehatan. “Anak-anak tidak lagi membawa botol plastik kemasan. Mereka membawa tumbler sendiri. Di sekolah kami siapkan galon air dengan kualitas baik pH 8, sehingga aman dan sehat untuk dikonsumsi,” jelasnya.
Aturan ketat juga diterapkan di area kantin sekolah, di mana penggunaan plastik sekali pakai yang tidak dapat terurai dilarang. Sebagai gantinya, kemasan ramah lingkungan lebih dianjurkan. “Di kantin kami memberikan edukasi agar tidak menggunakan plastik sekali pakai yang tidak bisa terurai. Untuk pembungkus makanan dan minuman, kami arahkan menggunakan kemasan yang ramah lingkungan,” tegas Kaswadi.
Menurutnya, kebijakan ini sangat penting untuk menekan volume sampah plastik yang kerap menimbulkan berbagai persoalan lingkungan. “Selama ini botol air mineral sering berserakan, menyumbat saluran air, dan menjadi sampah yang tidak bisa diurai. Ini yang kami kendalikan melalui komitmen bersama,” katanya.
Kaswadi juga menambahkan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah yang telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota terkait pembatasan penggunaan plastik.
Dari sisi siswa, program Adiwiyata bebas plastik mendapat respons positif. Rangga, salah satu siswa SMP Negeri 3 Makassar, menilai kebijakan tersebut memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan. “Menurut saya program ini sangat bagus, karena tidak menciptakan banyak sampah plastik. Sampah plastik itu bisa mencemari kanal, sungai, dan laut yang menjadi tempat hidup banyak makhluk, seperti ikan dan hewan lainnya,” ujar Rangga.
Melalui penerapan sekolah bebas plastik, SMP Negeri 3 Makassar berharap dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak dini serta mendukung keberlanjutan ekosistem di masa depan.(**)













