MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM– Aksi Gerakan Mahasiswa Peduli Hukum (GMPH) Sulsel kembali menggema di Polda Sulsel dan Kejaksaan Tinggi Sulsel, membawa tuntutan penyelesaian kasus korupsi Pasar Lamataesso yang dinilai berjalan lambat.
Dengan anggaran mencapai Rp 23 miliar, GMPH menilai publik layak mempertanyakan mengapa perkara sebesar ini seperti berjalan di tempat.
Massa aksi menilai penyidik Polda Sulsel seperti sedang menari di antara dalih teknis, sementara rakyat hanya ingin melihat keseriusan.
Ketua GMPH Sulsel, Ryyan Saputra, menegaskan bahwa jawaban penyidik terasa seperti naskah lama yang terus diputar ulang. Ia berharap penyidik mampu bekerja tegak lurus, bukan hanya “tegak saat konferensi pers, tapi miring saat menangani perkara.”
GMPH juga menyoroti pergantian Kapolda Sulsel dan mempertanyakan apakah pergantian tersebut benar-benar mengganti cara kerja. GMPH khawatir kasus ini hanya menyeret “orang kecil” sementara aktor-aktor yang punya kuasa justru lolos Rabu 19/11/2025
GMPH menegaskan bahwa aksi ini adalah uji integritas institusi penegak hukum dan akan terus menggelar aksi hingga ada bukti nyata penanganan kasus ini secara adil tanpa pilih kasih.
Laporan (MH)
Editor (MK)










