MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar yang ke-418, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) memaknai momentum ini dengan merefleksikan esensi tujuan kota, yaitu menjadi sebuah “Kota Mulia”. Konsep ini diuraikan oleh Ketua Bidang Organisasi KORMI, Dr. Jamaluddin Jahid, ST.,M.Si., dalam sebuah tulisan reflektif Minggu 9/11/2025
Dr. Jamaluddin menjelaskan bahwa “Kota Mulia” dalam perspektif urbanisme kontemporer mengacu pada filosofi Aristoteles tentang polis yang bertujuan untuk mencapai “kehidupan yang baik” bagi warganya. Ini adalah kota yang tidak hanya maju secara material, tetapi juga adil, beradab, dan memanusiakan.
KORMI menawarkan konsep “Kota Mulia” yang konkret dan aplikatif melalui lima pilar: Pro Health, Pro Tourism, Pro Education, Pro Sport Industry, dan Pro Culture. Kelima pilar ini merupakan kerangka holistik untuk merekonstruksi makna kemuliaan sebuah kota, serta menegaskan bahwa KORMI tidak bergerak sendiri, tetapi bersinergi dengan berbagai pihak.
Dr. Jamaluddin menekankan bahwa pilar Pro Health dan Pro Education adalah fondasi dari Kota Mulia. Olahraga masyarakat adalah strategi kesehatan publik yang efektif dan murah, serta investasi preventif untuk menekan beban anggaran kesehatan. Nilai-nilai olahraga seperti disiplin, integritas, kerja sama, dan resilience juga merupakan kurikulum karakter yang penting bagi generasi muda.
Pilar Pro Culture dan Pro Sport Industry berperan dalam merajut identitas dan ekonomi melalui olahraga tradisional. Olahraga tradisional adalah living culture dan simbol identitas kolektif masyarakat Makassar. KORMI memiliki peran strategis untuk mentransformasi olahraga tradisional menjadi bagian dari denyut nadi kehidupan urban dan daya tarik wisata budaya dan olahraga yang unik.
Dr. Jamaluddin menegaskan bahwa visi KORMI bukanlah sekadar pencapaian medali atau piala, melainkan grand strategy untuk memaknai ulang “Kemuliaan” Kota Makassar. Dengan menjadikan olahraga sebagai bahasa universal yang menghubungkan kesehatan, pendidikan, budaya, pariwisata, dan industri, KORMI sedang membangun fondasi kota yang manusiawi.(**)








