NASIONAL, LINKSATUSULSEL.COM– Isu kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan udara yang diduga dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat, semakin memanas setelah televisi pemerintah Iran mengonfirmasi kabar tersebut. Namun, pernyataan itu disanggah langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyatakan Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian dalam keadaan sehat.
Kematian Khamenei sempat menjadi spekulasi global setelah Presiden AS Donald Trump serta media Israel mengklaim telah berhasil menarget dan menewaskan pemimpin tertinggi Iran dalam serangan yang terjadi di Teheran pada Minggu lalu. Televisi pemerintah Iran kemudian memberitakan meninggalnya sang pemimpin sebagai akibat serangan tersebut.
Ayatollah Ali Khamenei dikenal sebagai pemimpin dengan masa jabatan terlama di kawasan Timur Tengah sejak menggantikan Pemimpin Revolusi Iran pada 1989. Sebelumnya, ia menjabat sebagai presiden negara tersebut selama delapan tahun.
Serangan udara besar-besaran yang dilakukan AS dan sekutunya menarget sejumlah wilayah strategis di Iran sebagai respons atas ketegangan yang meningkat antara negara-negara tersebut. Serangan ini menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil. Iran membalas dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan beberapa basis militer AS di Timur Tengah.
Namun informasi jagat maya di kagetka, pada Sabtu (28/2/2026), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam wawancara dengan NBC News menyatakan bahwa Khamenei dan Pezeshkian masih hidup dan dalam keadaan sehat. “Sejauh yang saya ketahui, masih hidup,” kata Araghchi, yang juga menegaskan hampir semua pejabat Iran selamat dan dalam kondisi baik, meski beberapa komandan militer gugur.
Araghchi menyebut bahwa upaya untuk mengganti rezim Iran tidak realistis mengingat dukungan luas masyarakat terhadap pemerintahannya. Ia mengungkapkan Teheran berkeinginan untuk menurunkan ketegangan yang saat ini menyelimuti kawasan tersebut.
Serangan militer yang disebut oleh Israel sebagai “Lion’s Roar” atau “Raungan Singa” dilancarkan sebagai tindakan pencegahan sejak Sabtu pagi, disusul pengumuman status darurat khusus di seluruh wilayah Israel. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan langkah besar yang dilakukan untuk menjamin keamanan warga AS dengan menghilangkan ancaman dari rezim Iran.
Serangan ini terjadi di tengah berlangsungnya negosiasi antara Iran dan AS mengenai program nuklir Iran, yang difasilitasi oleh Oman. Putaran terbaru pembicaraan yang berlangsung di Jenewa pekan lalu tidak menghasilkan kesepakatan.(**)








