MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM – Beredar informasi viral di media sosial mengenai pencairan sertifikasi guru di SD Inpres Bertingkat Bara-Baraya II Kec. Makassar yang diduga dinikmati oleh kepala sekolah. Tim media pun mencoba mengkroscek kebenaran informasi tersebut.
Kepala UPT SPF SD Inpres Bertingkat Bara-Baraya II, Suardi Salpin, S.Pd,.MM, akhirnya angkat bicara terkait isu yang beredar luas di grup WhatsApp tersebut. “Meski dirinya tidak klarifikasi, namun kebenaran berita itu perlu di luruskan,” ujarnya Selasa 11/11/2025
Suardi menjelaskan bahwa saat itu, sebanyak 35 guru menerima sertifikasi guru. Para guru yang menerima sertifikasi tersebut berinisiatif untuk mengadakan acara makan-makan bersama sebagai bentuk syukur. “Guru yang menerima berinisiatif untuk acara makan-makan, sehingga mereka berbagi ke bendahara untuk acarakan sertifikasi yang selama ini di tunggu cair,” jelasnya.
Salah seorang guru kelas 3, Salmah, membenarkan adanya inisiatif tersebut. “Ya, ada kami setor untuk partisipasi mengingat berbagi itu indah,” katanya. Sementara itu, guru kelas V mengaku tidak menyetor, karena hal tersebut bersifat sukarela. “Guru lainnya itu berbagi untuk kebersamaa, kalau saya pribadi tidak menyetor. Ini yang mau saja,” ujarnya.
Suardi menegaskan bahwa di sekolahnya tidak pernah ada pungutan atau apapun yang bersifat memaksa. Ia juga mengaku tidak tahu siapa guru yang merasa dirugikan dengan adanya inisiatif tersebut, karena dari 35 guru yang menerima sertifikasi, semuanya kompak untuk acara bersama.
Suardi juga mengungkapkan bahwa dirinya telah dipanggil oleh Dinas Pendidikan untuk menjelaskan persoalan ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti apa jawaban dan hasil pemanggilan Dinas Pendidikan Kota Makassar.(**)













