LINKSATUSULSEL.COM, MAKASSAR – 21, 07- 2025, Fenomena bediding telah dirasakan oleh masyarakat Kota Makassar, fenomena ini adalah kondisi alamiah yang terjadi saat musim kemarau, di mana suhu udara terasa sangat dingin terutama pada malam hingga pagi hari.
Meski kemarau identik dengan panas terik, bediding justru membuat udara terasa menusuk tulang di waktu-waktu tertentu.
Fenomena ini diperkirakan berlangsung hingga awal September, seiring puncak musim kemarau.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, menyampaikan bahwa fenomena bediding merupakan cuaca dingin yang muncul tak lazim saat musim kemarau, dan telah mulai dirasakan masyarakat Makassar.
Meski bukan termasuk jenis penyakit, bediding diyakini dapat memengaruhi kesehatan masyarakat jika tidak diantisipasi dengan baik.
dr. Nursaidah menyampaikan bahwa penting bagi masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh dengan langkah-langkah sederhana namun krusial dengan menggunakan pakaian tebal saat beraktivitas atau tidur untuk menjaga kehangatan tubuh.
dr Ida sapaanya menyarankan agar menciptakan sirkulasi hangat di dalam rumah, biarkan sinar matahari masuk di pagi atau siang hari, tapi pastikan jendela tertutup rapat untuk menghindari angin dingin.
Kemudian, Olahraga rutin agar daya tahan tubuh tetap terjaga. Tetap mengonsumsi makanan bergizi dan tinggi protein, serta penuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih sesuai rekomendasi.
Istirahat cukup sangat dianjurkan untuk membantu pemulihan dan ketahanan tubuh.
Terakhir, masyarakat disarankan untuk mengkonsumsi vitamin C sebagai antioksidan, namun perlu perhatian khusus bagi penderita masalah lambung: disarankan untuk makan terlebih dahulu sebelum mengonsumsi vitamin C.
“Fenomena bediding ini memang tidak bisa dihentikan, tetapi kita sendiri harus aktif menjaga kesehatan. Tidak ada yang bisa bantu kecuali kita sendiri,” tutup dr Ida. (*)








