MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM–Upaya penanganan dampak lingkungan akibat timbunan sampah kembali dilakukan melalui aksi penyiraman ecoenzym di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, tepatnya di titik Bintang Lima, Sabtu (4/4/2026) pukul 08.00 WITA.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi multipihak yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Komunitas Manggala Tanpa Sekat, Pemerintah Kecamatan Manggala, serta pemerintah dan warga Kelurahan Tamangapa.
Aksi penyiraman ecoenzym bertujuan mengurangi dampak negatif dari timbunan sampah, seperti bau menyengat, emisi gas, dan potensi pencemaran lingkungan. Ecoenzym, cairan hasil fermentasi limbah organik, dipilih sebagai solusi ramah lingkungan yang dinilai efektif mempercepat proses dekomposisi dan menekan polusi udara.
Perwakilan panitia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari gerakan berkelanjutan berbasis masyarakat.
“Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dari hilir. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak. Aksi ini adalah bentuk nyata bahwa solusi bisa dimulai dari hal sederhana, dari masyarakat itu sendiri,” ujarnya.
Keterlibatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar menjadi elemen penting dalam mendukung penyiraman skala besar di area timbunan sampah. Sebanyak tiga armada dikerahkan dengan kapasitas masing-masing 8.000 liter air, serta menggunakan 300 liter cairan ecoenzym.
Selain penanganan langsung, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber, termasuk pemanfaatan ecoenzym sebagai alternatif yang murah dan berkelanjutan.
Melalui aksi ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.
“Dari sampah jadi solusi, dari kolaborasi lahir perubahan.”

Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir, antara lain Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar Fadli Wellang, Kepala DLH Kota Makassar Helmi Budiman, Camat Manggala Ahmad, Lurah Tamangapa M. Sadli, Lurah Biring Romang Mariyani, serta tokoh masyarakat H. Sikki bersama RT/RW setempat.(**)











