MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM– Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam aliansi Suara Ojol Semesta menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan pada 24 November 2025, menuntut perlindungan hukum, kejelasan regulasi, dan kesejahteraan. Namun, hingga saat ini, belum ada kejelasan terkait pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dijanjikan oleh pihak DPRD.
Ketua Jaringan Ojol Sulawesi Selatan, Muhammad Jamail senin 15/12/2025 menyampaikan kekecewaannya atas sikap Komisi D DPRD Sulsel yang dinilai tidak menunjukkan itikad baik dalam merespons aspirasi para pengemudi ojol. Ia menegaskan bahwa ketidakresponsifan tersebut menimbulkan keraguan di kalangan pengemudi ojol terhadap fungsi dan peran wakil rakyat di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.
Sebagai bentuk keseriusan dan komitmen perjuangan, Jaringan Ojol Sulawesi Selatan bersama aliansi Suara Ojol Semesta berencana menggelar aksi lanjutan atau aksi jilid II pada awal tahun 2026 dengan tuntutan utama agar Komisi D DPRD Sulsel segera merealisasikan Rapat Dengar Pendapat serta memberikan kepastian dan solusi konkret atas permasalahan yang dihadapi para pengemudi ojol.
Hingga saat ini, pihak Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait alasan belum dilaksanakannya RDP sebagaimana yang telah dijanjikan.(**)








