MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM— Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menegaskan setiap kegiatan berskala besar yang digelar di kota ini wajib menciptakan dampak ekonomi berantai bagi warga, tidak berhenti pada angka pertumbuhan semata. Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Makassar Leadership Summit 2026 di Hotel Claro Makassar, Kamis (8/10/2026).
Pertumbuhan ekonomi Makassar yang naik dari 6,61 persen menjadi 7,04 persen tak boleh sekadar capaian di atas kertas. “Kita beralih dari sekadar output menuju pemerintahan berorientasi dampak. Setiap event harus menggerakkan perputaran uang di sektor perhotelan, UMKM, kuliner, transportasi, hingga ekonomi kreatif,” ujar Appi.
Ia mencontohkan kebijakan sederhana: penggunaan batik Lontara sebagai pakaian kerja aparatur setiap Kamis langsung menggerakkan ekonomi pelaku usaha lokal. Pemkot juga membangun ruang publik gratis serta mengintegrasikan layanan melalui Lontara Apps guna mempererat interaksi pemerintah dan warga.
Tahun depan, kegiatan serupa direncanakan lebih besar dan melibatkan masyarakat Indonesia Timur. Appi menyampaikan dua pesan santai bagi tamu: “Datang ke Makassar dilarang diet karena makanannya enak, dan dilarang tidak belanja demi ekonomi warga.”
Pemkot Makassar berkomitmen terus mendukung penyelenggaraan acara nasional maupun internasional di kota ini.(**)







