MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM – Warga Kota Makassar mulai merasakan dampak kelangkaan BBM non-subsidi, khususnya Pertalite. Sejumlah SPBU strategis seperti di Jalan AP Pettarani dan Jalan Sultan Alauddin dilaporkan kehabisan stok Pertalite memicu antrean panjang dan keluhan masyarakat.
Pertalite Habis, Warga Terpaksa Beli Pertamax
Moko, salah satu warga yang mengisi BBM di SPBU Jalan Sultan Alauddin, mengungkapkan kekecewaannya.
“Warga mengisi BBM dengan berharap mendapat Pertalite, eh malah dapat Pertamax,” ujar Moko, Rabu (9/9/2026).
Kondisi ini dirasakan membebani karena harga Pertamax jauh lebih tinggi dibandingkan Pertalite. Kelangkaan ini tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan merata di beberapa SPBU utama Kota Makassar.
Rantai Dampak: BBM, Gas, Air, Hingga Listrik
Warga mulai merasakan tekanan berlipat ganda. Kelangkaan BBM menjadi salah satu dari sekian banyak masalah yang dirasakan masyarakat saat ini.
“Bukan hanya BBM yang mulai dirasakan masyarakat, Gas, Air hingga Listrik puncak-puncaknya berdampak bagi setiap warga Indonesia,” ungkap warga.
Krisis kemarau panjang menyebabkan ketersediaan air bersih menipis, pemadaman listrik bergilir masih berlanjut, dan kini ditambah kelangkaan BBM menciptakan beban ekonomi yang berat bagi masyarakat.
Wakil Rakyat Desak Penyelidikan, Belum Ada Keterangan Resmi Pertamina
Beberapa Wakil Rakyat di Kota Makassar telah menyuarakan keprihatinan dan mendesak agar kelangkaan BBM ini diusut secara serius dan transparan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari PT Pertamina (Persero) maupun instansi terkait mengenai penyebab kelangkaan dan kapan stok akan kembali normal.
Warga berharap pemerintah dan Pertamina segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan BBM agar tidak semakin memberatkan masyarakat yang saat ini sedang menghadapi berbagai kesulitan sekaligus.
Sumber (Linksatu)
Editor (Moko).








