MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM– Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) telah berhasil dilaksanakan melalui aplikasi Lontara+. Isu soal siswa yang masuk melalui jalur tidak resmi seperti “jendela, atap, atau langit” kini menjadi perbincangan hangat di grup WhatsApp, bahkan menyangkut calon siswa yang dinyatakan tidak lolos.
Meski telah diperketat sedemikian rupa, angka dari jumlah kuota yang tersedia ternyata melebihi kapasitas jumlah rombel yang telah disiapkan oleh sejumlah sekolah negeri di Kota Makassar.
Terkait isu dugaan siswa yang masuk melalui jalur tambahan atau titipan dengan pembayaran senilai 2,5 juta rupiah, Kepala SMPN 10 Makassar Misbahuddin, S.Pd., MM, mengangkat suara dan tidak membenarkan hal tersebut.
“Ya, soal SPMB 2026 tidak ada siswa baik jalur Domisili, Akademik, Non Akademik, Afirmasi sampai mutasi siswa yang dinyatakan lolos murni di aplikasi Lontara+ membayar sepersenpun,” kata Misbahuddin pada Senin (13/7/2026).
Menurutnya, dari data aplikasi semua bisa dilihat, mulai dari jumlah hingga kuota tersisa. Adapun siswa yang belakangan masuk merupakan pemenuhan untuk melengkapi jumlah 32 siswa per kelas dari 8 rombel yang telah disiapkan.
Menyoal informasi yang beredar adanya penyebutan nama Inspektorat atau pihak tertentu, dia mengaku kurang paham. “Karena padatnya kegiatan pada saat itu ada giat di daerah acara PGRI, salah seorang teman bertanya untuk menitipkan anaknya. Terlintas pemikiran saya karena buru-buru mungkin jawaban itu keluar dan di-copy dalam bentuk narasi,” sambung Misbahuddin.
“Saya kaget,” kata Misbahuddin. “Mendengar nama Inspektorat dan menyebut ‘Merinding’, apalagi jual-jual nama itu.”
Dia menambahkan, “Kalau pun ada orangtua siswa merasa membayar, sebut siapa. Dia bayar kemana, kemudian. Apakah siswa tersebut dinyatakan lolos dalam aplikasi Lontara+ atau tidak. Siswa yang datang dari belakang yang tidak tercover itu semua ditampung selama bisa memenuhi kuota yang tersisa. Selain mereka sendiri melakukan sumbangan karena peka, pihak sekolah sendiri tidak pernah mematok harga senilai 2,5 juta,” tegas Misbahuddin.
Hingga berita ini tayang, belum ada konfirmasi lebih lanjut menyangkut nama siswa yang dimaksud dan masih menjadi misteri di dunia maya. (**)







