MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM – Setelah sempat viral di media sosial terkait keluhan orangtua siswa mengenai pembelian baju seragam yang dinilai mahal, pihak SMA Negeri 14 Makassar langsung merespon dan memberikan klarifikasi terkait informasi tersebut.
Sebelumnya, berita beredar bahwa paket seragam sekolah disebut mencapai Rp1,9 juta untuk siswa putri dan sekitar Rp1,6 juta untuk siswa putra, yang membuat sebagian orangtua merasa terbebani karena harga yang dinilai terlalu tinggi.
Kepala SMA Negeri 14 Makassar, Dra. Hj. Nurhidayah Masri Bandaso MM – yang akrab disapa Bu Yayat – menjelaskan bahwa harga yang beredar bukanlah harga pasti. “Kami hanya tidak mematok per-item nominal karena dalam proses pembelian baju, atribut, dan sebagainya, kemampuan dan kondisi ekonomi para orangtua siswa berbeda-beda,” ujarnya.
Menurutnya, keluhan yang muncul merupakan bentuk miskomunikasi antara pihak panitia dan orangtua yang disebabkan oleh salah paham. “Maklum karena pas rame-rame dan antusias calon peserta, tentu ada informasi yang tidak terdengar dengan jelas sehingga muncul informasi tak sedap,” kata Nurhidayah.
Soal perbandingan harga pasaran dengan harga yang ditawarkan sekolah, dia menyatakan bahwa keduanya sebanding. Pasalnya, motif yang ditawarkan merupakan harga terbaik karena beberapa item disediakan secara komplit. “Tergantung kemampuan dan keuangan siswa mau beli di sekolah ataupun di luar,” tambahnya.
“Alhamdulillah, persoalan ini sudah jelas dan tidak ada kendala. Semua pengadaan seragam sekolah dilakukan melalui koperasi sekolah dan tidak bersifat wajib. Orang tua tetap diberikan kebebasan untuk menentukan pilihan sesuai dengan kemampuan masing-masing,” sambung dia.
Lebih jauh, Bu Yayat menegaskan bahwa anggapan sekolah mempersulit orang tua dalam memenuhi kebutuhan seragam adalah keliru. Menurutnya, pihak sekolah justru memberikan berbagai kemudahan, termasuk sistem pembayaran secara bertahap.
“Kami juga memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mengangsur pembayaran seragam sehingga tidak memberatkan. Tujuan kami adalah membantu, bukan membebani,” pungkasnya jumat 10/7/2026
Ditempat terpisah, Ketua Bidang Media Ormas Elang Timur Harmoko yang akrab disapa Moko mengapresiasi respon pihak sekolah terhadap keluhan orangtua.
“Ya, ini baru pemimpin. Peka dengan kritikan, dan merespon dengan positif. Intinya tak ada manusia yang tak luput dari kesalahan,” singkatnya.(**)








