MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM– Meski tidak memenuhi kuota dari target 11 Rombongan Belajar (Rombel) dengan jumlah keseluruhan 352 kursi yang diperbutkan calon peserta, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMPN 13 Makassar tetap berjalan lancar dan aman.
Sekolah yang berlokasi di Jalan Tamalate VI No.2 Kassi-Kassi, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, berada di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Drs. Ramli, M.Pd.
Keluhan orangtua siswa yang sebelumnya mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar pada hari pertama pendaftaran jalur Domisili (22 hingga 25 Juni) tidak mengurangi antusias calon siswa untuk memilih sekolah terbaik bagi anak-anak mereka. Potret di SMPN 13 Makassar menunjukkan bahwa sistem Lontara+ tahun ini dapat diandalkan dari segi pelayanan SPMB 2026.
Irwan, salah satu Operator SMPN 13 Makassar, menjelaskan bahwa di sekolahnya tidak ada kendala sama sekali, baik dari sisi aplikasi maupun pelayanan. “Untuk data siswa, sekolahnya menampung sebanyak 11 Rombel dengan jumlah target 352 siswa,” kata Irwan.
Untuk jalur Non Domisili, kuota yang disediakan adalah sebagai berikut: Jalur Afirmasi sebanyak 70 kursi namun hanya terisi 45 siswa, Jalur Mutasi 18 kursi terisi 12 calon siswa, Jalur Non Akademik dari 35 kursi terisi 24 siswa, serta Jalur Prestasi Akademik sebanyak 70 calon siswa yang terisi penuh. Sehingga total keseluruhan untuk jalur Non Domisili adalah 151 siswa yang telah terisi.
“Sementara untuk jalur Domisili, rencananya sebanyak 159 kursi yang disiapkan selain untuk siswa yang tinggal kelas sebanyak 8 orang,” sambung Irwan kamis 25/6/2026
Jadi total keseluruhan siswa yang telah masuk adalah 151 dari jalur Non Domisili ditambah 145 dari jalur Domisili melalui aplikasi Lontara+, sehingga mencapai 296 siswa, selain 8 siswa yang tinggal kelas.
Diketahui sebelum pendaftaran berakhir, Drs. Ramli, M.Pd, telah menjelaskan bahwa sekolahnya telah mencapai batas maksimal yang dapat ditampung.
Hingga berita ini tayang, data SPMB 2026 khususnya di SMP Negeri 13 Makassar sesuai dengan aplikasi Lontara+ belum terisi penuh kuota siswa yang ditargetkan.(*)








