MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM – Urban farming, praktik budidaya tanaman, pengolahan, hingga distribusi pangan di dalam atau sekitar area perkotaan, kini menjadi contoh positif yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
Metode ini memanfaatkan ruang terbatas seperti pekarangan rumah, atap gedung, dinding, hingga lahan kosong untuk menghasilkan bahan pangan segar.
Salah satu contoh nyata yang muncul adalah di Kelurahan Ende, di mana Ketua RT 03, Umar Malik, mengembangkan urban farming yang memberikan dampak positif khususnya bagi ibu rumah tangga di wilayahnya. Hal ini juga selaras dengan target pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan pasangan Munafri-Aliyah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tujuan utama dari upaya ini adalah menciptakan ketahanan pangan bagi masyarakat perkotaan, menghemat pengeluaran belanja dapur, serta memastikan pasokan makanan sehat yang bebas pestisida.
“Alhamdulillah, hari ini sebagai contoh rumah kami menanam cabe, tomat, bayam, cemangi dan tanaman lainnya,” kata Umar pada Minggu (16/6/2026).
Menurutnya, manfaat tambahan dari program urban farming sangat membantu mengurangi suhu panas dan polusi udara di kota, serta menjadi terapi efektif untuk mengurangi stres dan menjaga kesehatan mental. Lebih jauh, Umar juga menjelaskan bahwa ketahanan pangan ini merupakan bagian dari kedaulatan negara itu sendiri.
“Dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 68 Tahun 2002 Tentang Ketahanan Pangan, Ketahanan Pangan Merupakan Kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau,” pungkasnya. (**)








