MAKASSAR, LINKSATUSULSEL.COM— UPT SPF SDI Unggulan Toddopuli Makassar menyelenggarakan kegiatan nonton bareng (nobar) film edukatif berjudul “Jam Pasir Ajaib” yang berlangsung di Cinepolis pada Jumat, 26 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh orang tua siswa, guru pendamping, serta murid kelas I hingga III.
Agenda nobar ini merupakan bagian dari program penguatan karakter dan literasi siswa lewat media film yang sarat pesan moral tentang waktu, tanggung jawab, dan persahabatan. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak sejak para siswa tiba di lokasi, didampingi orang tua dan guru, dengan antusias menantikan tayangan film yang menyenangkan dan mendidik.
Kepala SDI Unggulan Toddopuli Makassar, Muhtar, S.Pd., M.Pd., menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan di luar kelas. Menurutnya, pembelajaran tidak hanya terbatas pada buku teks, tetapi juga dapat diperoleh melalui tayangan inspiratif yang sesuai usia anak.
Lebih jauh, Muhtar menjelaskan bahwa film “Jam Pasir Ajaib” dipilih karena mengandung nilai-nilai edukatif yang relevan dengan pembentukan karakter siswa sekolah dasar. “Anak-anak belajar memahami pentingnya menghargai waktu, bersikap jujur, dan saling membantu. Nilai-nilai ini sejalan dengan visi sekolah dalam membangun generasi berakhlak dan berprestasi,” ujarnya.
Pihak sekolah juga melibatkan orang tua sebagai bagian dari sinergi dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Kegiatan nobar ini diharapkan dapat mempererat komunikasi keluarga dan menciptakan momen refleksi bersama di rumah.
Sekolah menyebut kegiatan ini sebagai salah satu rangkaian program penguatan profil pelajar yang rutin dilaksanakan setiap semester dengan konsep pembelajaran kontekstual dan kolaboratif.
Muhtar menambahkan bahwa ke depan, sekolah berencana terus menghadirkan kegiatan kreatif yang mampu menstimulasi daya imajinasi dan empati siswa sejak usia dini. Ia berharap pengalaman langsung seperti ini dapat memberikan kesan mendalam dan memperkaya karakter anak dibandingkan pembelajaran satu arah di dalam kelas.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan sosial melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermakna seperti ini,” tuturnya.













